Akurat Logo

Fed Tak Buru-buru Pangkas Suku Bunga, Rupiah Lanjutkan Penguatan ke Rp15.589

M. Rahman | 22 Februari 2024, 15:21 WIB
Fed Tak Buru-buru Pangkas Suku Bunga, Rupiah Lanjutkan Penguatan ke Rp15.589

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 45 poin ke level Rp15.589 pada perdagangan Kamis, 22 Februari 2024 usai rilis risalah pertemuan Fed yang tak terburu-buru memangkas suku bunga acuan mereka.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditopang sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, risalah pertemuan Fed pada akhir bulan Januari, yang dirilis pada hari Rabu malam menunjukkan bahwa bank tersebut tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga lebih awal. Gagasan ini diamini oleh sejumlah pejabat The Fed pada minggu ini, yang menyebutkan kekhawatiran atas inflasi yang stagnan dan kuatnya perekonomian AS.

Baca Juga: Rupiah Siang Ini Menguat, Cek Nilai Tukar di Sejumlah Bank

"Komentar tersebut membuat sebagian besar pedagang menghapus ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Maret dan Mei, sekaligus meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil pada bulan Juni," ujar Ibrahim dikutip Kamis (22/2/2024).

Ditambahkan, alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang memperkirakan peluang sebesar 53,6% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, dan peluang sebesar 28,7% agar suku bunga tetap stabil. Yang terakhir ini naik dari peluang 19,7% yang terlihat minggu lalu.

Selain itu, investor menunggu apakah pemerintah China akan meluncurkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut. Sejumlah langkah dukungan dari pemerintah China telah mendorong peningkatan komoditas dalam beberapa sesi terakhir.

Namun pasar kini menunggu untuk melihat apakah pemerintah akan memberikan lebih banyak dukungan, mengingat perekonomian China sedang mengalami pertumbuhan yang lemah selama tiga tahun.

Sentimen Internal Rupiah

Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik dari prakiraan, yakni di kisaran 4,7-5,5% pada tahun ini. Pada kuartal IV-2023 pertumbuhan tercatat sebesar 5,04% (yoy), meningkat dari 4,94% (yoy) pada triwulan sebelumnya sehingga secara keseluruhan tahun 2023 mencapai 5,05% (yoy).

Prospek ini dipengaruhi oleh membaiknya ekspor sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia serta tetap baiknya permintaan domestik didukung oleh positifnya keyakinan pelaku ekonomi.

Adapun Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan, khususnya melalui kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran, serta bersinergi dengan stimulus fiskal Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi RI di kuartal IV-2023 terutama didukung oleh kenaikan ekspor, peningkatan investasi bangunan, dan dampak positif pelaksanaan Pemilu.  Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi 2023 antara lain ditopang oleh LU yang terkait mobilitas seperti perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat terjadi di banyak wilayah Indonesia dengan kinerja pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Kalimantan dan Jawa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa