Akurat Logo

Rupiah Naik Tipis 5 Poin Jelang Serangkaian Pidato Pejabat Fed

M. Rahman | 17 Oktober 2023, 16:35 WIB
Rupiah Naik Tipis 5 Poin Jelang Serangkaian Pidato Pejabat Fed

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat tipis 5 poin ke level Rp15.716 pada perdagangan Selasa, 17 Oktober 2023 jelang serangkaian pidato pejabat Fed pekan ini.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah dikerek sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, dolar AS berayun dalam kisaran yang ketat pada hari Selasa karena para pedagang mengamati perkembangan di Timur Tengah dan bersiap untuk serangkaian pidato pejabat bank sentral minggu ini yang dipimpin oleh Ketua Fed Powell untuk mengukur prospek kebijakan moneter.

Sementara itu diplomat keuangan terkemuka Jepang Masato Kanda mengatakan yen masih dianggap sebagai aset safe haven seperti dolar dan franc Swiss meskipun baru-baru ini melemah, dan mendapat manfaat dari permintaan akibat konflik di Timur Tengah.

Shekel Israel pada hari Senin menembus level utama empat per dolar AS untuk pertama kalinya sejak tahun 2015 di tengah kegelisahan atas perang Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas.

Baca Juga: Rupiah Merosot 39 Poin Di Tengah Aksi Ambil Untung Aset Safe Haven

"Perhatian investor akan tertuju pada Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, yang akan menyampaikan pidatonya pada hari Kamis, di tengah minggu sibuknya pidato para kepala bank regional. Para pejabat Fed akan memasuki periode blackout pada 21 Oktober sebelum periode blackout pertemuan The Fed pada 31 Oktober – 1 November," kata Ibrahim dikutip Selasa (17/10/2023).

Ditambahkan, Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral tidak boleh menciptakan tekanan baru pada perekonomian dengan meningkatkan biaya pinjaman.

"Pedagang dana berjangka Fed memperkirakan peluang 33 persen kenaikan suku bunga di bulan Desember dan 10 persen peluang kenaikan suku bunga di bulan November, menurut FedWatch Tool milik CME Group," imbuh Ibrahim.

Kepala ekonom Bank Sentral Eropa Philip Lane mengatakan bank sentral akan memerlukan waktu, mungkin hingga musim semi mendatang, sebelum dapat yakin bahwa inflasi kembali ke target 2%, menurut sebuah wawancara dengan sebuah surat kabar Belanda.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, sentimen datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia hingga September 2023 mencatatkan surplus sebesar USD3,42 miliar atau meningkat 0,30% secara bulanan (mtm). Neraca perdagangan indonesia tercatat surplus selama 41 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Lebih lanjut, surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca komoditas non migas tercatat surplus sebesar USD5,34 miliar. Disumbang oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja. Namun, bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu masih lebih rendah.

Selain itu, Bank Indonesia  (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2023 turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN Indonesia pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar USD395,1 miliar. Angka ini turun jika dibandingkan dengan Juli 2023 yang mencapai USD397,1 miliar.

Menurut data BI, ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan bulan lalu. Posisi ULN pemerintah pada akhir Agustus 2023 tercatat sebesar USD191,6 miliar, turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang sebesar USD193,2 miliar. Secara tahunan, ULN ini tumbuh melambat menjadi 3,6% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar 4,1% (yoy). 

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa