Akurat

ADB Pertahankan Outlook Pertumbuhan Ekonomi Asia Pasifik 2023 Sebesar 4,8 Persen

Arief.Permana | 20 Juli 2023, 11:13 WIB
ADB Pertahankan Outlook  Pertumbuhan Ekonomi Asia Pasifik 2023 Sebesar 4,8 Persen

AKURAT.CO Asian Development Bank atau ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia dan Pasifik termasuk Indonesia sebesar 4,8% tahun ini seiring masih kuatnya permintaan domestik sehingga mendukung pemulihan kawasan ini, berdasarkan Asian Development Outlook (ADO) Juli 2023.

Kepala Ekonom ADB, Albert Park mengatakan inflasi diperkirakan akan terus mereda sehingga mendekati tingkat sebelum pandemi, seiring turunnya harga bahan bakar dan pangan. Inflasi di kawasan Asia yang sedang berkembang diperkirakan sebesar 3,6% pada tahun ini, dibandingkan dengan prakiraan 4,2% yang diberikan April lalu. Sementara itu, proyeksi inflasi untuk 2024 dinaikkan menjadi 3,4% dari perkiraan sebelumnya 3,3%.

ADB mencatat pembukaan kembali China telah memperkuat pertumbuhan kawasan ini. Perekonomian China diproyeksikan akan tumbuh 5% tahun ini, tidak berubah dari prakiraan April lalu, di tengah kuatnya permintaan domestik di sektor jasa.

Namun, terjadi perlambatan permintaan ekspor barang elektronik dan barang manufaktur lainnya dari kawasan Asia yang sedang berkembang, seiring pengetatan moneter yang menyebabkan kemerosotan kegiatan ekonomi di berbagai perekonomian maju. Prakiraan pertumbuhan kawasan ini untuk tahun depan direvisi turun tipis menjadi 4,7% dari perkiraan 4,8% pada April lalu.

“Asia dan Pasifik masih terus pulih dengan stabil dari pandemi. Permintaan domestik dan kegiatan jasa mendorong pertumbuhan, sementara banyak perekonomian juga diuntungkan dari pemulihan pariwisata yang kuat. Namun, kegiatan industri dan ekspor masih tetap lemah, ditambah lagi memburuknya proyeksi pertumbuhan global dan permintaan tahun depan,” ucap Park dikutip Kamis (20/7/2023).

Lebih lanjut, ADB mempertahankan prakiraan pertumbuhannya bagi sebagian besar subkawasan di Asia dan Pasifik. Pengecualiannya mencakup Asia Tenggara, yang proyeksinya diturunkan menjadi 4,6% tahun ini dan 4,9% tahun depan, dibandingkan dengan perkiraan yang diberikan April lalu masing-masing sebesar 4,7% dan 5,0%.

Prakiraan bagi Kaukasus dan Asia Tengah pada 2023 juga direvisi turun secara tipis menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,4%, dan untuk 2024 menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,6%.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y