Jokowi Targetkan 'Penyakit' CAD Tuntas 3 Tahun Mendatang

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perekonomian Indonesia masih digelayuti oleh masalah defisit transaksi berjalan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengakui masalah defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD) ini belum mampu diselesaikan secara bertahun-tahun. Oleh karena itu, Jokowi menargetkan defisit transaksi berjalan ini dapat tuntas dalam waktu 3 hingga 4 tahun.
"Kemudian ini yang berpuluh-puluh tahun yang kita enggak bisa selesaikan yaitu menurunkan CAD. Enggak pernah selesai, tapi saya yakin dengan transformasi ekonomi yang kita kerjakan saya yakin bisa menyelesaikan dalam waktu 3 sampai 4 tahun," jelas Jokowi dalam acara CEO FORUM yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Sebelumnya Kepala Negara ini mengingatkan bahwa situasi ekonomi global belakangan memang sedang sulit. Bahkan ia menyebutkan semua negara sedang tertekan dengan kondisi ekonomi global seperti perang dagang yang semakin tidak jelas.
"Namun kita optimis pertumbuhan kita semakin baik. Saya kira pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di angka 5,04 sampai 5,05 di tahun ini," jelas Jokowi.
Sebagai informasi, CAD Indonesia pada triwulan III/2019 tercatat sebesar 7,7 miliar Dolar AS atau 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Adapun berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), posisi CAD sepanjang Juli-September tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 8,2 miliar dolar AS atau 2,9 persen dari PDB.
"Perbaikan kinerja CAD ditopang oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil," tulis BI dalam laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan III/2019 yang dirilis pada Jumat (8/11/2019) lalu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




