Sindiran Kemal Palevi soal Vlog Perceraian Ria Ricis, Simak Penjelasan Psikolog Terkait Fenomena Ini!

AKURAT.CO Kabar perceraian YouTuber Ria Ricis dan Teuku Ryan menjadi sorotan publik.
Pasangan yang baru menikah pada 24 September 2021 itu mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 30 Januari 2024.
Alasan perceraian mereka belum diketahui secara pasti, namun disebut-sebut bahwa mereka sudah tidak sejalan lagi dalam menjalani rumah tangga.
Di tengah kabar perceraian Ricis dan Ryan, muncul sindiran dari aktor dan komika Kemal Palevi.
Melalui akun X-nya, @kemalpalevi, ia menulis sebuah cuitan yang mempertanyakan vlog tentang perceraian Ricis.
“Vlog perceraian Ria Ricis part 1 udah tayang belum?” tulis Kemal Palevi pada Rabu (31/1/2024).
Sindiran Kemal Palevi itu sontak menuai berbagai reaksi dari warganet. Ada yang menganggapnya sebagai lelucon, ada yang mengkritiknya sebagai sindiran pedas, dan ada yang membela Ricis sebagai korban perceraian.
Ricis sendiri memberikan balasan yang bijak kepada Kemal Palevi.
Ia berharap agar perceraian tidak terjadi pada orang lain dan mengucapkan terima kasih kepada Kemal Palevi.
Baca Juga: Berkaca dari Ria Ricis dan Teuku Ryan, Simak 6 Tips Agar Terhindar dari Perceraian
Fenomena Vlog Perceraian: Apa Kata Psikolog?
Vlog perceraian adalah sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang yang sedang mengalami perceraian atau perpisahan dengan pasangannya membuat video untuk membagikan kisah atau alasan perceraian mereka kepada publik.
Fenomena ini sering dilakukan oleh para selebriti, influencer, atau YouTuber yang memiliki banyak pengikut atau fans.
Menurut Dr. Elizabeth Cohen, seorang psikolog klinis dan penulis buku Light on the Other Side of Divorce, ada beberapa alasan mengapa seseorang membuat vlog perceraian.
Pertama, untuk mendapatkan dukungan atau simpati dari orang lain.
Kedua, untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan kepada orang lain. Ketiga, untuk mengekspresikan perasaan atau emosi yang dialami.
Dr. Cohen mengatakan bahwa membuat vlog perceraian bisa memiliki dampak positif dan negatif bagi seseorang yang melakukannya.
Dampak positifnya adalah seseorang bisa merasa lega, terbuka, dan jujur dengan diri sendiri dan orang lain.
Seseorang juga bisa mendapatkan dukungan, saran, atau bantuan dari orang lain yang peduli.
Seseorang juga bisa menjadi inspirasi atau motivasi bagi orang lain yang mengalami hal serupa.
Namun, dampak negatifnya adalah seseorang bisa menjadi sasaran kritik, hujatan, atau bully dari orang lain yang tidak setuju atau tidak suka dengan keputusan perceraian mereka.
Seseorang juga bisa menjadi terlalu tergantung atau terobsesi dengan respons atau feedback dari orang lain.
Seseorang juga bisa menjadi terlalu terbuka atau rentan dengan membagikan hal-hal pribadi yang seharusnya tidak perlu diketahui oleh orang lain5.
Dr. Cohen menyarankan agar seseorang yang ingin membuat vlog perceraian untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum melakukannya.
Pertama, untuk memastikan bahwa tujuan dan motivasi mereka adalah untuk mengekspresikan diri, bukan untuk mencari perhatian atau balas dendam.
Kedua, untuk memilih kata-kata dan informasi yang sopan, etis, dan tidak menyakiti pihak lain.
Ketiga, untuk membatasi waktu dan frekuensi mereka membuat vlog perceraian, agar tidak mengganggu proses pemulihan dan adaptasi mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







