Hubungan Dengan Pacar di Ujung Tanduk? Bisa Jadi Kelainan Relationship OCD, Kenali Gejalanya

AKURAT.CO Menjalin hubungan dengan orang yang disayangi adalah impian semua orang. Hubungan yang kuat dan penuh kasih sayang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres.
Hubungan romantis bisa menjadi salah satu hubungan terpenting dalam kehidupan seseorang. Hubungan romantis biasanya melibatkan kedekatan emosional dan fisik yang dibangun di atas hubungan mendalam antara dua orang.
Baca Juga: Kenali Gejala Penyakit OCD! Penyakit Yang Diidap David Beckham!
Relationship OCD (Obsesif Compulsif Disorder) adalah ketika keraguan dan ketidaknyamanan yang dirasakan seseorang tentang hubungannya sehingga menjadi tidak terkendali dan merusak hubungan.
Apa itu relationship OCD?
Relationship OCD (ROCD) adalah salah satu jenis gangguan obsesif-kompulsif. Gangguan obsesif-kompulsif adalah penyakit mental yang melibatkan pemikiran berulang yang tidak diinginkan (obsesi) dan rutinitas yang tidak terkendali atau perilaku berulang (kompulsif) terkait dengan pemikiran tersebut.
Misalnya, seseorang dengan OCD yang berfokus pada kuman memiliki ketakutan obsesif terhadap penyakit. Mereka mungkin mencuci tangan setidaknya 20 kali sehari untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Kewajiban mencuci tangan mungkin mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.
Orang dengan OCD sering kali merasa yakin bahwa segala sesuatunya baik-baik saja atau lengkap. Suatu hubungan bisa menjadi pelampiasan obsesi dan perilaku kompulsif tentang “kebenaran” hubungan tersebut.
Lalu apa saja gejala Relationship OCD?
Memahami tanda-tanda seseorang memiliki Relationship OCD (ROCD) dapat membantu dalam mengidentifikasi kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa indikator yang mungkin muncul pada individu yang mengalami ROCD:
1. Pemikiran obsesif tentang hubungan:
- Munculnya pikiran berulang-ulang yang tidak diinginkan seputar kecocokan dengan pasangan.
- Keraguan konstan tentang apakah pasangan adalah "orang yang tepat."
2. Fokus pada kekurangan pasangan:
- Obsesi terhadap kekurangan fisik atau kepribadian pasangan, bahkan jika itu tampaknya tidak penting.
- Kesulitan mengabaikan kebiasaan kecil atau sifat pasangan yang dianggap mengganggu.
3. Ketidakpuasan berulang:
- Perasaan ketidakpuasan yang muncul berulang kali terkait dengan hubungan.
- Kesulitan menerima kepastian bahwa hubungan tersebut benar-benar positif dan cocok.
4. Perilaku kompulsif:
- Kebutuhan berulang untuk meminta kepastian dari pasangan atau orang lain seputar kecocokan hubungan.
- Melibatkan diri dalam ritual-ritual tertentu untuk meredakan ketidakpastian, seperti terus-menerus mencari bukti atau jaminan.
5. Pertanyaan berulang:
- Menciptakan pertanyaan berulang yang berkaitan dengan kualitas dan keberlanjutan hubungan.
- Sering bertanya pada diri sendiri atau orang lain apakah hubungan tersebut benar-benar berjalan dengan baik.
6. Ketakutan terhadap kesalahan dalam hubungan:
- Kekhawatiran berlebihan tentang kemungkinan membuat kesalahan dalam hubungan.
- Keraguan apakah keputusan untuk menjalin hubungan adalah keputusan yang tepat.
7. Gangguan pada keseharian:
- Pemikiran obsesif dan ketidakpastian yang mengganggu keseharian individu.
- Kesulitan berkonsentrasi pada tugas sehari-hari karena pikiran terus-menerus terfokus pada hubungan.
Baca Juga: 7 Zodiak Ini Dianggap Toxic Dalam Hubungan Asmara
8. Ketidaknyamanan emosional yang berkepanjangan:
- Perasaan ketidaknyamanan emosional yang berlangsung lama terkait dengan ketidakpastian dalam hubungan.
- Kesulitan merasakan kepuasan atau kedamaian dalam hubungan.
Jika seseorang mengalami beberapa atau semua tanda di atas secara terus-menerus dan menyebabkan dampak negatif pada kehidupan sehari-hari serta hubungan asmara kalian, penting untuk mencari bantuan profesional.
Psikoterapi, terutama jenis kognitif-behavioral therapy (CBT), sering kali menjadi pendekatan yang efektif untuk mengelola ROCD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun







