Amankah Berhubungan Seks Saat Awal Haid? Simak Faktanya

AKURAT.CO, Banyak yang beranggapan kalau berhubungan seks saat awal haid tidak akan membuat wanita hamil. Apakah benar demikian?
Agar tidak salah kaprah, kamu perlu memahami dulu tentang menstruasi dan ovulasi. Dengan begitu, kamu akan tahu peluang terjadinya kehamilan bila bercinta saat haid.
Apakah Berhubungan Seks Saat Awal Haid Tidak Akan Hamil?
Dikutip dari American Pregnancy, Jumat (9/6/2023), siklus menstruasi atau haid normal wanita adalah sekitar 28-30 hari. Wanita yang memiliki siklus lebih pendek akan lebih mungkin hamil saat melakukan hubungan seks ketika menstruasi.
Jika siklus lebih pendek, misalnya 21-24 hari, berarti wanita akan mengalami ovulasi lebih awal. Sperma dapat hidup dan bertahan pada tuba fallopi sampai 5-6 hari.
Menstruasi bisa berlangsung selama 3-7 hari, jadi kemungkinan terjadinya pertemuan antara sel telur dan sperma bisa terjadi. Jadi, pembuahan masih bisa terjadi saat itu.
Meski kemungkinannya kecil, namun jika berhubungan intim saat menstruasi tanpa menggunakan pengaman, seperti kondom dan IUD maka kehamilan masih mungkin terjadi.
Selain itu, menggunakan kondom dan alat pengaman lain saat berhubungan seks ketika menstruasi juga menjadi pelindung dari penyakit menular seksual seperti HIV, sifilis, dan sebagainya.
Kamu bisa melacak hari-hari ovulasi atau pembuahan menggunakan alat-alat berikut:
• Memanfaatkan grafik kesuburan gratis
• Mengukur suhu tubuh saat istirahat setiap hari dan mencari sedikit peningkatan yang dapat mengindikasikan ovulasi.
• Memantau lendir serviks untuk melihat perubahan yang mengindikasikan ovulasi, yang menurut beberapa sumber mungkin merupakan indikator kesuburan yang paling akurat.
• Menggunakan monitor kesuburan untuk memeriksa lonjakan hormon luteinizing.
Apakah Bahaya Berhubungan Seks Saat Haid?
Dikutip dari laman Medical News Today, Jumat (9/6/2023), berhubungan seks saat haid sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya, saat haid akan terjadi pelepasan lapisan dalam dinding rahim, proses ini disertai keluarnya 35 ml darah dan 35 ml cairan serosa.
Hal ini menunjukkan adanya pembuluh darah yang terbuka, sementara itu gerakan penis ketika penetrasi ke vagina bisa memicu masuknya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka tersebut.
Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah terjadinya emboli, yaitu gelembung udara yang masuk dan terbawa aliran darah. Bila gelembung ini menyumbat pembuluh darah sekitar jantung maka bisa berakibat fatal.
Oleh karena itu, jawaban terkait berhubungan intim saat menstruasi apakah bisa hamil? Kemungkinan masih bisa dan sangat berbahaya apabila dilakukan.
Nah, itulah informasi seputar melakukan hubungan seksual saat haid. Semoga bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.




