Al-Quran yang Rusak dan Tak Lagi Bisa Digunakan Bolehkah Dibakar?

AKURAT.CO Al-Quran merupakan kitab berisi lembaran-lembaran ayat suci, sehingga tetap memungkinkan terjadi kerusakan pada bentuk fisiknya.
Maka dari itu, apa yang dapat dilakukan pada kitab suci yang tidak lagi dapat digunakkan? Apakah membakar atau membuangnya merupakan cara yang tepat untuk dilakukan?
Al-Quran sendiri merupakan petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup manusia di muka bumi. Maka dari itu, Al-Quran wajib untuk diimani, dihormati, dimuliakan serta disucikan oleh setiap muslim,
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Waqiah ayat 77-79, berikut:
اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ ٧٧ فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ ٧٨ لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ ٧٩
(77) innahû laqur'ânung karîm. (78) fî kitâbim maknûn (79) lâ yamassuhû illal-muthahharûn
Artinya: “(77) Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia, (78) Dalam Kitab yang terpelihara. (79) Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.” (Al-Waqiah: 77-79).
Baca Juga: Gambaran Surga dan Neraka dalam Al-Quran dan Hadits, Awas Jangan Sampai Salah Persepsi!
Tingginya derajat serta kesucian Al-Quran inilah yang menjadikan kitab suci umat Islam ini tetap harus dimuliakan, termasuk saat bentuk fisiknya mengalami kerusakan seperti robek, lapuk, dan lain sebagainya.
Dikutip dari NU Online, membuang lembaran Al-Quran yang rusak ke tempat sampah tidak dibenarkan. Selain tempat tersebut kotor dan tidak pantas bagi ayat suci Al-Quran, lembaran tersebut juga dikhawatirkan dapat terinjak-injak, baik sengaja maupun tidak.
Maka dari itu, cara yang paling benar untuk menjaga kesucian ayat Al-Quran pada lembaran yang rusak ialah dengan membakarnya atau menghilangkan tulisannya dengan air apabila memungkinkan.
Pendapat ini bersandar pada penjelasan Zakariya Al-Anshari dalam Asna Al-Mathalib, sebagai berikut:
و يكره (إحراق خشب نقش به) أي بالقرآن، نعم إن قصد به صيانة القرآن فلا كراهة وعليه يحمل تحريق عثمان رضي الله عنه المصاحف. وقد قال ابن عبد السلام من وجد ورقة فيها البسملة ونحوها لايجعلها في شق ولا غيره لأنه قد تسقط فتوطأ وطريقه أن يغسلها بالماء أو يحرقها بالنار صيانة لاسم الله تعال عن تعرضه للامتهان
Artinya: "Dimakruhkan membakar kayu yang terdapat ukiran Al-Quran di permukaannya. Akan tetapi, tidak dimakruhkan (membakar) bila tujuannya untuk menjaga Al-Quran. Atas dasar itu, pembakaran mushaf-mushaf yang dilakukan Utsman bin Affan dapat dipahami. Ibn Abdil Salam mengatakan, orang yang menemukan kertas bertulis basmalah dan lafal agung lainnya, janganlah langsung merobeknya hingga tercerai berai karena khawatir diinjak orang. Namun cara yang benar adalah membasuhnya dengan air atau membakarnya dengan tujuan menjaga nama Allah dari penghinaan."
Baca Juga: Apakah Boleh Membawa Ponsel yang Terinstall Al-Quran Digital ke Toilet? Ini Penjelasannya
Berdasarkan penjelasan tersebut, pembakaran Al-Quran yang rusak boleh dilakukan asal berlandaskan niat baik yaitu untuk menghindarinya dari penghinaan dan bukan untuk merendahkan isinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






