Akurat

Ini Alasan Di Balik Penamaan Lailatul Qadar

| 5 April 2023, 11:23 WIB
Ini Alasan Di Balik Penamaan Lailatul Qadar

AKURAT.CO Ramadan merupakan bulan yang mulia di antara bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadan Allah banyak memberikan kepada hambaNya rahmat, keberkahan, dan ampunan. Salah satu kemuliaan dari bulan Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar adalah salah satu malam terpenting dalam agama Islam. Malam ini dipercayai sebagai malam yang penuh berkah dan rahmat, serta merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia.  Al-Quran menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah (tempat kebesaran Allah di langit dunia). Sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al-Qadr, ayat 1-5, Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”(QS Al-Qadr: 1-5)

Dari ayat ini, dapat dilihat bahwa malam ini memiliki keistimewaan yang sangat besar, bahkan lebih baik daripada seribu bulan. Tak ayal pada malam tersebut, umat Islam berlomba-lomba untuk lebih memperbanyak ibadah kepada Allah, dengan tujuan untuk bisa mendapatkan kebaikan malam Lailatul Qadar. Namun, apa alasan di balik penamaan Lailatul Qadar? Mengapa harus dinamakan dengan Lailatul Qadar bukan nama lainnya?

Alasan Di Balik Penamaan Lailatul Qadar

Dilansir dari laman resmi NU Online, Rabu (05/04/23) banyak ulama yang menjelaskan mengenai alasan di balik penamaan Lailatul Qadar, salah satunya adalah Imam al-Hafiz al-Faqih al-Qadhi Waliyuddin Abu Zur’ah Ahmad bin ‘Abdurrahim bin Husain al-‘Iraqi. Di dalam kitabnya Syarhus Sadri bi Dzikri Lailatil Qadri disebutkan, terdapat empat pendapat mengenai alasan di balik penamaan Lailatul Qadar. Berikut ini empat pendapat tersebut:

Pendapat Pertama

Malam tersebut menjadi sangat penting atau mulia, karena pada malam tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menentukan segala hal seperti rizki, umur, dan peristiwa yang akan terjadi pada tahun berikutnya. Kemudian, Allah menyerahkan semua ketetapan tersebut pada para malaikat. Malam yang agung itu dikenal sebagai Lailatul Qadar, di mana Allah memperlihatkan semua ketetapan takdir kepada para malaikat.Salah satu makna dari qadr adalah takdir. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar), sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan. Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad-Dukhan: 3-4)

Pendapat Kedua

Malam tersebut dikenal sebagai Lailatul Qadar, sebab keagungan dan kemuliaannya sangat besar yang dimiliki malam tersebut. Syekh Muhammad bin ‘Abdul Baqi bin Yusuf Az-Zarqani menjelaskan hanya umat Nabi Muhammad yang diberi keistimewaan dan kemuliaan Lailatul Qadar oleh Allah. Hal ini terjadi karena pengalaman yang dialami oleh Nabi Muhammad, di mana beliau diperlihatkan gambaran amal kebaikan dari umatnya. Ketika melihat gambaran tersebut, Nabi Muhammad merasa bahwa amal kebaikan umatnya terlihat jauh daripada umat nabi sebelumnya, sehingga Allah subhanahu wata'ala memberikan Lailatul Qadar yang memiliki nilai keutamaan setara dengan seribu bulan. Sebagaimana yang disebut dalam Al-Qadr:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3)

Pendapat Ketiga

Karena pada malam itu, orang-orang yang beribadah akan mendapat keistimewaan yang tak tertandingi dan hanya bisa dirasakan di bulan Ramadan, serta akan meningkatkan kedekatannya dengan Allah SWT.

Pendapat Keempat

Pada malam itu, setiap kebaikan yang dilakukan memiliki nilai yang lebih besar daripada kebaikan di malam lain, dan ini dipandang sebagai anugerah khusus untuk umat Nabi Muhammad. Meski demikian, ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai apakah ini memang benar-benar pemberian khusus untuk umat Nabi Muhammad atau tidak. Dan pendapat yang paling disepakati adalah Lailatul Qadar hanya diperuntukan kepada umat Nabi Muhammad, hal ini berdasarkan riwayat dari Imam Ahmad dalam kitab Al-Muwattha’:

“Berkata Imam Malik dalam (kitab al-Muwattha’) diambil dari ulama yang dipercaya, termasuk ahli ilmu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya (yang sangat panjang) sesuai dengan kehendak Allah dari semua itu, sampai (akhirnya) usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelumnya, mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan” (HR Malik)

Wallahu ‘Alam. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.