Fakta Sultan Muhammad Al Fatih, Tokoh Muslim yang Menaklukan Benteng Konstantinopel

AKURAT.CO Sultan Muhammad Al Fatih adalah salah satu pahlawan umat Islam yang usianya yang muda mampu meruntuhkan salah satu kota Romawi Timur. Sultan Muhammad Al fatih ini kisahnya diabadikan di buku buku catatan sejarah dunia dan sejarah Islam. Sultan Muhammad Al Fatih tidak hanya itu saja namanya selalu diingat oleh peradaban Islam.
Sultan Muhammad Al Fatih atau Mehmed II yang lahir di Edirne Turki adalah sosok dari putra Sultan Murad II dan Huma Valide Hatun pada kerajaan Turki Ottoman. Sultan Muhammad Al Fatih saat di umur 11 tahun sudah memerintah Amasya untuk menjabat sebagai gubernur oleh ayahnya Sultan Murad II. Hal itu karena untuk mempersiapkan untuk menjadi seorang sultan disaat ayahnya sudah turun tahta sebagai sultan.
Sultan Muhammad Al Fatih mulai menginjak usianya yang 12 tahun sudah diangkat menjadi sultan untuk Turki Ottoman pada masa Dinasti Turki Utsmani. Sultan Muhammad Al Fatih ini salah satu seorang Raja Sultan Turki Ottoman Utsmani yang paling terkenal. Beliau merupakan Sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah.
Berikut beberapa Fakta dari Sultan Muhammad Al Fatih :
1. Biografi Singkat Sultan Muhammad Al Fatih
Sultan Muhammad Al Fatih terlahir dengan nama Muhammad II (Mehmed II) yang lahir pada tanggal 30 Maret 1432. Pada saat Dinasti Turki Ottoman Utsmani, Sultan Muhammad Al Fatih hidup sesudah pada masa Sultan Salahuddin Al Ayyubi yang merupakan Pahlawan Perang Salib pada 1137 – 1193 M.
Pada masa kecilnya beliau sudah banyak berguru pada ulama ulama besar yang salah satunya Syaikh Aaq Syamsuddin. Beliau ditunjuk oleh Sultan Murad II untuk mengajarkan Sultan Muhammad Al Fatih untuk menjadi pemimpin di saat ketika kelak dewasa nanti. Sultan Muhammad Al Fatih juga mempunyai keahlian lainnya seperti Bidang ketentaraan, Sains, Matematika, dan juga bisa menguasai 6 bahasa lainnya.
2. Seorang Sultan dengan Karakter Kepemimpinan
Sejak kecil Sultan Muhammad Al Fatih juga mendapatkan Pendidikan yang baik oleh orang tuanya agar menjadi sosok pemimpin yang baik dan tangguh. Sultan Murad II juga menunjuk Syaikh Ahmad ibn Ismail Al Kurani untuk membimbing dalam menghafal Al-Qur’an 30 Juz, juga membimbing dalam hadis-hadis lainnya.
Sultan Muhammad Al Fatih sudah berkeinginan kuat sejak kecil untuk menaklukan kerajaan yang ada di Romawi Timur. Sultan Muhammad Al Fatih sudah menyiapkan untuk menjadi pemimpin sejak kecil. Hal ini tetap dalam bimbingan ulama ulama besar, sehingga dengan pemikirannya tetap berada di jalan benar yang benar.
3. Berkeinginan Kuat untuk Meruntuhkan Konstantinopel
Dari usaha ayahnya Sultan Murad II, Sultan Muhammad Al Fatih mencermati perjuangan ayahnya untuk menaklukan Konstantinopel yang pernah dibuat selama 48 tahun sejarah Islam, yang sehingga berkeinginan kuat untuk meneruskan cita -cita dari umat Islam
4. Sultan Muhammad Al Fatih menjadi jawaban kabar gembira dari Rasulullah SAW
Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwasannya Konstantinopel akan jatuh ketangan Islam, hal ini dari hadis Rasulullah SAW :
لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ، فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا، وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ
Artinya : “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan”. (HR Ahmad dalam Al-Musnad)
Dari hadis ini Sultan Muhammad Al Fatih terdorong karena untuk meruntuhkan Benteng Konstantinopel dan ingin menjadi Pemimpin yang sebaik baiknya yang sudah ada pada hadis Rasulullah SAW. Maka Sultan Muhammad Al Fatih Mewujudkannya yang selama 825 tahun belum pernah berhasil terwujud oleh para pendahulu sebelumnya.
5. Berhasil Meruntuhkan Konstantinopel
Pada saat menginjak usia 21 tahun berhasil menaklukan benteng konstantinopel. Sultan Muhammad Al Fatih menyiapkan 4 tuta tentara untuk pengepungan di wilayah barat dan laut. Hal ituterjadi selama 50 hari lamanya. Beliau juga mengirim 70 kapal laut untuk menyeberangkan laut dengan melewati hutan yang dengan pohon pohon besar. Selama perjalanan pasukannya menebangkan pohon untuk merintangi perjalanan ke benteng Konstantinopel.
Dalam menaklukan benteng konstantinopel, Sultan Muhammad Al Fatih menyusun strategi militernya yang terbaik yang juga belum pernah dipikirkan oleh para pemimpin terdahulunya. Salah satu strategi beliau dengan mengumpulkan anak muda yang cerdas, rajin ibadan dan memiliki fisik yang kuat dan tahan dalam apapun. Maka dari itu Benteng Konstantinopel berhasil runtuh oleh Sultan Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II) pada 29 Mei 1453, setelah 53 hari konstantinopel dikepung oleh pasukan Sultan Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II).
6. Memimpin Salat Jum’at Sebelum Perang Dimulai
Sultan Muhammad Al Fatih tidak hanya mengandalkan kekuatan dan strategi perangnnya saja, tetapi juga mengandalkan urusannya kepada Allah SWT dan tidak berhenti berdoa memohon pertolongan-Nya dengan salat tahajud dan siangnya salat jum’at bersama semua pasukannya. Sultan Muhammad Al Fatih mengimami salat Jum’at ini yang merupakan salat terbesar dan terbanyak sepanjang sejarah.
Itlah beberapa fakta Sultan Muhammad Al Fatih yang meruntuhkan benteng Konstantinopel. Semoga bermanfaat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah




