Akurat Logo

7 Petuah Sunan Kalijaga, Filofosi Hidup yang Penuh Makna

| 5 Juli 2020, 06:10 WIB
7 Petuah Sunan Kalijaga, Filofosi Hidup yang Penuh Makna

AKURAT.CO, Berbicara soal penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, tentu jangan lupakan peran Sunan Kalijaga. Ia merupakan seorang wali atau ulama yang mempunyai berbagai macam kelebihan. Salah satunya adalah bisa mengenalkan agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang heterogen.

Sebagai seorang wali, Sunan Kalijaga mewariskan banyak ajaran tentang kehidupan yang sangat bermakna. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh petuah Sunan Kalijaga yang patut kita renungkan.

1. Urip iku urup (hidup itu menyala)

Hidup yang menyala artinya bahwa kita sebagai manusia harus bisa bermanfaat bagi orang lain di sekitar, sekecil apa pun kontribusinya. Namun, jika merasa tidak mampu untuk memberi manfaat pada orang lain, cukuplah agar selalu berusaha untuk tidak merugikan orang lain.

2. Memayu hayuning bawono, ambrasto dur hangkoro

Artinya, selama hidup di dunia, kita harus berusaha menggapai keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Lebih dari itu, kita juga harus berusaha untuk memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.

Jangan sampai keserakahan terhadap dunia membuat lupa akan tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi.

3. Suro diyo joyo jayaningrat, lebur dening pangastuti

Filofosinya, bahwa segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijaksana, lembut hati, dan sabar. Sunan Kalijaga mengajarkan kepada kita agar selalu menjaga hati dan tidak termakan hawa nafsu yang biasanya menjerumuskan.

4. Ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan, ojo aleman

Arti secara bahasa, kita hidup di dunia ini jangan mudah heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut, dan jangan manja. Pelajaran hidup ini sangat relevan dewasa ini, di mana banyak orang yang mulai gagap terhadap perubahan zaman. Misalnya, ada orang yang menghalalkan segala cara hanya demi popularitas (viral).

5. Ojo ketungkul marang kalungguhan, kadonyan kan kemareman

Hidup di dunia ini, kita tidak boleh disibukkan dengan jabatan, hal-hal keduniawian, serta kepuasan pribadi saja. Kita harus selalu berusaha untuk bermanfaat bagi sesama, bukan hanya diri sendiri.

6. Ojo keminter mundak keblinger, ojo cidro mundak ciloko

Jangan sok pintar karena nanti bisa salah arah (tersesat) dan jangan curang (ingkar) karena bisa membuat celaka. Nasihat ini sangat mendalam untuk direnungi terlebih di zaman sekarang. Banyak orang yang merasa paling pandai sehingga sering menyalahkan orang lain.

7. Ojo adigang, adigung, adiguno

Hidup di dunia ini harus jauh dari sifat sok berkuasa, sok besar, dan sok sakti. Seseorang yang terjerumus dalam sifat-sifat buruk ini, biasanya akan berleha-leha dan hanya memanfaatkan kelebihan orang lain tanpa mau berusaha.

Begitulah ajaran hidup Sunan Kalijaga yang mungkin bisa saja mengingatkan bagaimana keadaan diri kita saat ini. Wallahu a'lam. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.