Hamas Atau Israel Yang Sebenarnya Teroris? Begini Penjelasan Ketua MUI Bidang Luar Negeri

AKURAT.CO- Hamas adalah gerakan yang hanya beroperasi di wilayah Palestina dan Arab yang diduduki Israel.
Hamas tidak pernah menginginkan imperium transnasional yang menghapus negara seperti yang diinginkan ISIS, tetapi hanya ingin kemerdekaan Palestina.
Hamas tidak melukai atau membunuh orang hanya karena mereka berbeda agama.
Sebaliknya, Hamas menunjukkan toleransi, berlawanan dengan organisasi teror seperti ISIS yang mengharamkan segala sesuatu yang bertentangan dengan agama Islam mereka.
Namun, karena proses damai dalam Perjanjian Oslo 1993 tidak mencapai hasil yang diinginkan, mereka memecahkan kongsi dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Penggolongan Hamas sebagai teroris memungkinkan Israel untuk membenarkan tindakan yang melanggar hukum internasional.
Contohnya seperti serangan tak manusiawi dan blokade Israel di Jalur Gaza yang membuat Gaza dianggap sebagai 'penjara terbuka'.
Seperti yang kita tahu saat ini, Hamas menggunakan kekerasan, dunia harus memperhatikan penyebabnya yaitu sikap Israel yang sering menulikan diri dari semua orang, termasuk konsensus dunia melalui PBB.
Israel telah melanggar 28 resolusi Dewan Keamanan PBB, meskipun resolusi tersebut mengikat semua anggota PBB.
Dalam kenyataannya, Israel tidak mengikuti resolusi Majelis Umum termasuk resolusi jeda kemanusiaan di Jalur Gaza yang diputuskan akhir Oktober lalu.
Sehubungan dengan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim menggambarkan Israel sebagai teroris ganas.
Menurut Prof Sudarnoto, serangan ini merupakan program sistematis yang telah dijalankan oleh zionisme selama bertahun-tahun.
Tujuannya adalah untuk melemahkan pertahanan rakyat Palestina dan merebut seluruh wilayah Palestina.
Menurutnya, Israel harus disingkirkan dan diseret ke Mahkamah Internasional dan mereka harus menerima sanksi yang setimpal atas semua dosa mereka dan kerusakan yang mereka lakukan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun








