AKURAT.CO Dalam khazanah ke-Islaman, nama Abu Nawas begitu familiar di telinga umat Muslim. Tokoh sufi yang hidup pada zaman Khilafah Harun Ar-Rasyid ini dikenal lewat kisah-kisah cerdiknya yang dapat mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya.
Selain karena kecerdikannya, Abu Nawas ternyata memiliki ladang yang luas. Ladang itu ia tanami dengan berbagai macam jenis tumbuhan serta buah-buahan.
Hingga saat Abu Nawas mengunjungi ladang tersebut, dirinya mendadak penasaran dengan sebuah pohon arbei yang besar. Pikirnya bagaimana mungkin sebuah pohon besar, namun menghasilkan buah yang kecil.
"Kenapa sebabnya pohon arbei yang besar ini hanya memiliki buah yang sangat kecil saja. Sedangkan pohon labu yang kecil merambat dan mudah patah saja bisa menghasilkan buah yang besar-besar," gumam Abu Nawas dalam hatinya penuh penasaran.
Ditengah-tengah lamunannya, tiba-tiba saja datang angin kecil yang meniupi pohon arbei miliknya itu. Hal itu membuat ranting pohon arbei pun ikut bergerak-gerak dan juga saling bergesekan.
Tak berselang lama, buah arbei itu jatuh tepat di kepala Abu Nawas yang kebetulan sedang tidak bersorban. Usut punya usut, kejadian itu ternyata menjadi jawaban atas pertanyaan Abu Nawas.
"Ternyata seperti ini jawabannya," gumam Abu Nawas merasa lega.
Karena kejadian itu, Abu Nawas merasa beruntung karena ia hanya kejatuhan buah arbei saat sedang beristirahat. Bagamana jadinya jika dirinya sedang beristirahat di bawah pohon labu dan kejatuhan buahnya.
Kisah di atas menggambarkan bahwa Allah SWT telah menciptakan setiap makhluknya dilengkapi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Semua makhluk Allah SWT itu berjalan sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing.
Untuk diketahui, Abu Nawas dikenal sebagai penyair dan juga sosok jenaka yang penuh dengan kecerdasan. Sejak tinggal di Baghdad, Abu Nawas memiliki hubungan kedekatan dengan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid karena dirinya selalu dapat memberikan solusi atas segala macam masalah kenegaraan.
Namun namanya juga manusia. Di saat sudah mendapat posisi dan jabatan yang diinginkan, disitu pasti ada yang tidak suka. Hal ini terbukti terjadi pada diri Abu Nawas. Atas dasar kedekatannya dengan Baginda, sehingga tak sedikit membenci dan menaruh dendam kepada Abu Nawas. Wallahu A'lam Bishawab. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK





