Telak, Ini Pesan Penting Abu Nawas tentang Motivasi Hidup

AKURAT.CO Siapa yang tak mengenal Abu Nawas, sosok penyair cerdik yang dikenal memiliki selera humor tinggi ini begitu masyhur di kalangan umat Islam. Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.
Dikisahkan pada suatu pagi, Abu Nawas kehilangan sebuah cincin yang cukup berharga baginya. Ia lantas mencari kesana-kemari, namun sayang belum juga ditemukan.
Melihat Abu Nawas yang seperti orang kebingungan itu, para tetangganya datang menghampirinya. Mereka bermaksud untuk menayangkan ada apa dengan si Abu Nawas ini.
"Wahai Abu Nawas, apakah yang sedang engkau lakukan," tanya salah seorang tetangga yang baru saja datang.
"Aku sedang mencari cincin,” jawab Abu Nawas sambil melihat ke arah bawah lantai rumahnya.
“Memangnya cincinmu itu kira-kira jatuhnya di mana?” Tanya salah seorang tetangga yang lain kepada Abu Nawas.
"Ngomong-ngomong, cincinmu itu kira-kira jatuh di mana wahai Tuan Abu?” tanya salah seorang tetangga yang lain penasaran.
“Seingat aku, cincin itu jatuh di dalam rumah,” jawab Abu Nawas dengan rasa santainya tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Setelah mendengar jawaban Abu Nawas, para tetangga yang sedang ikut membantu menemukan cincin tersebut seketika berhenti. Tak sedikit dari mereka yang kesal dan langsung pergi meninggalkan halaman rumah Abu Nawas. Sementara sebagian lainnya tetap berada di situ, mereka masih membantu Abu Nawas.
"Kalau jatuh di dalam rumah, mengapa engkau mencarinya di luar rumah Tuan Abu?” tanya salah satu tetangga yang masih berada di situ.
Tidak langsung menjawab, Abu Nawas sejenak menghela nafas, kemudian ia memberikan alasan kepada tetangganya tersebut.
“Wahai saudaraku sekalian, bukankah kita sering melakukan itu? Seringkali kita mencari penyebab masalah di luar kita atas berbagai persoalan yang kita hadapi," jelas Abu Nawas.
“Lebih miris lagi, terkadang kita malah menyalahkan pihak lain saat ditimpa masalah. Dan menjadikan orang-orang di luar kita sebagai penyebab utama atas persoalan yang melilit diri kita sendiri," tambahnya.
Kesimpulan dari kisah ini adalah bahwa setiap masalah yang sedang menimpa hidup kita, harus kita dihadapi dengan tanpa menyalahkan orang lain. Apalagi menjadikan mereka sebagai penyebab dari masalah tersebut. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




