BEI Minta Klarifikasi MSCI, IHSG Ambles Lebih dari 5 Persen

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meminta klarifikasi kepada penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait keputusan menempatkan pasar modal Indonesia dalam status konsultasi (consultation).
Langkah ini dilakukan setelah pengumuman MSCI memicu tekanan di pasar saham domestik, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 5% pada perdagangan sesi I, Senin (19/10/2026).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pertemuan dengan MSCI dijadwalkan berlangsung secara daring pada Senin sore pukul 15.30 WIB.
Baca Juga: Apa Itu Bursa Efek Indonesia dan Fungsinya? Ini Penjelasan Lengkapnya
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjelaskan pertimbangan MSCI di balik keputusan yang diumumkan pada Jumat (16/10/2026).
"Terkait itu, nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. Kami segera minta waktu untuk bertemu dengan MSCI. Nanti setelah pertemuan saya update," ujar Jeffrey di gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Jeffrey mengungkapkan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya tidak mengetahui rencana pengumuman tersebut.
Menurutnya, keputusan MSCI juga mengejutkan sebagian besar partisipan indeks dan investor global yang berkomunikasi dengan pihak bursa.
Baca Juga: MSCI Beri Tenggat hingga Juni 2027, Apa Saja yang Harus Dibenahi Pasar Saham RI?
Pengumuman itu, lanjut Jeffrey, memicu kepanikan dan kebingungan di kalangan pelaku pasar karena menimbulkan ketidakpastian. Kondisi tersebut menjadi perhatian BEI dalam menjaga perdagangan saham tetap berjalan di tengah tekanan jual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai










