Laba DSSA Terbang 79 Persen ke USD174,4 Juta, Sinyal Kinerja Kian Solid

AKURAT.CO PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) membukukan lonjakan laba yang signifikan pada semester I-2026. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD174,36 juta, melonjak sekitar 79,6% dibandingkan USD97,09 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagi investor saham, pertumbuhan laba tersebut menjadi salah satu sorotan utama dari laporan keuangan DSSA per 30 Juni 2026. Kinerja laba tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan, yang naik sekitar 34%.
Pendapatan DSSA pada semester I-2026 mencapai USD1,77 miliar, naik dari USD1,32 miliar pada semester I-2025. Pada periode yang sama, laba kotor meningkat menjadi USD641,23 juta dari USD479,66 juta.
Baca Juga: Mengenal 10 Saham Termahal di BEI, dari DCII hingga DSSA
Tidak hanya laba bersih, kemampuan menghasilkan laba dari kegiatan operasional juga menguat. DSSA mencatat laba usaha USD327,96 juta, naik sekitar 55,5% dari USD210,89 juta pada semester I-2025. Kenaikan ini membuat margin laba usaha berada di sekitar 18,5%, dibandingkan sekitar 15,9% setahun sebelumnya, berdasarkan perhitungan dari laporan keuangan.
Pergerakan tersebut menjadi perhatian bagi investor karena menunjukkan pertumbuhan laba DSSA tidak hanya berasal dari pos nonoperasional. Basis laba dari operasi inti juga meningkat.
Batu Bara Masih Jadi Mesin Pendapatan
Dari sisi bisnis, pertambangan dan perdagangan batu bara tetap menjadi kontributor terbesar pendapatan DSSA.
Segmen tersebut menghasilkan pendapatan sekitar USD1,53 miliar pada semester I-2026, dibandingkan USD1,18 miliar pada semester I-2025. Dengan demikian, secara perhitungan, bisnis batu bara menyumbang sekitar 86% dari total pendapatan konsolidasian DSSA.
Namun, portofolio DSSA tidak hanya bertumpu pada batu bara. Pendapatan dari bisnis kabel TV dan internet meningkat menjadi sekitar USD170,5 juta, hampir dua kali lipat dibandingkan USD87,2 juta pada semester I-2025.
Perkembangan tersebut memperlihatkan kombinasi antara bisnis energi yang masih menjadi kontributor utama dan ekspansi pada bisnis berbasis teknologi/infrastruktur digital.
Dari perspektif kualitas laba, arus kas juga menjadi indikator penting. Dalam laporan keuangan konsolidasian, DSSA mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar USD261,50 juta pada semester I-2026, meningkat dari USD165,49 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN








