Gula Pasar Karbon RI Untuk Tarik Investasi Hijau

AKURAT.CO Pemerintah menawarkan insentif pasar karbon untuk menarik investasi hijau. Potensinya disebut mencapai USD5,8 miliar atau Rp104,2 triliun.
Pemerintah Indonesia menawarkan mekanisme pasar karbon sebagai salah satu insentif untuk menarik investasi global ke proyek-proyek hijau.
Skema tersebut diarahkan untuk memberikan nilai ekonomi atas upaya penurunan emisi sekaligus membuka sumber pembiayaan bagi proyek berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga: Restui RPOJK Bursa Karbon, Misbakhun: Masa Transisi Agar Tak Ganggu Kepercayaan Pasar
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan tawaran tersebut di hadapan lebih dari 20 CEO dalam High Level and CEO Forum on Low-Emission Rice and Sustainable Agriculture yang digelar dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 dan Climate Week NYC 2026 di New York, Amerika Serikat.
Zulhas mengatakan Indonesia memiliki sejumlah sektor yang dapat dikembangkan menjadi proyek investasi hijau, mulai dari pangan, persampahan hingga kelautan.
Menurutnya, mekanisme pasar karbon dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan daya tarik ekonomi dari proyek-proyek tersebut.
"Indonesia menghadapi kedaruratan sampah yang harus segera diatasi, salah satunya melalui waste to energy. Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia mendorong investasi hijau sektor sampah sebagai prioritas," kata Zulhas dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Selain pengelolaan sampah, pemerintah menawarkan pengembangan budidaya padi rendah emisi dan potensi karbon biru (blue carbon) di sektor kelautan sebagai peluang investasi hijau.
Zulhas yang juga menjabat Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK) mengatakan penurunan emisi yang dapat diukur berpotensi memberikan nilai tambah melalui mekanisme pasar karbon.
"Peluang memperoleh nilai tambah dan insentif dari aksi penurunan emisi melalui mekanisme pasar karbon dapat menambah daya tarik proyek hijau bagi investor," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN










