Akurat Logo

Harga Emas Dunia Diprediksi Naik, Antam Bisa Tembus Rp2,86 Juta

Esha Tri Wahyuni | 24 Agustus 2026, 07:40 WIB
Harga Emas Dunia Diprediksi Naik, Antam Bisa Tembus Rp2,86 Juta
Ilustrasi Emas Batangan - Canva

AKURAT.CO Harga emas dunia masih memiliki ruang untuk menguat pada pekan depan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dapat bergerak hingga USD4.766 per troy ons, dari posisi penutupan perdagangan akhir pekan di USD4.604 per troy ons.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, kenaikan harga emas global berpotensi kembali mengerek harga logam mulia di pasar domestik.

Harga emas Antam yang berada di level Rp2.746.000 per gram pada Sabtu (22/8/2026) diperkirakan memiliki ruang untuk menguji Rp2.864.000 per gram pada pekan depan.

Baca Juga: Pemerintah Jelaskan Maksud ‘Emas di Bawah Bantal’ Sebanyak 1.800 Ton

Ibrahim mengatakan pergerakan emas tidak hanya ditentukan oleh faktor teknikal, tetapi juga dipengaruhi kondisi pasar global.

Pergerakan dolar AS, harga minyak, ketegangan geopolitik, serta kebijakan pemerintah Amerika Serikat menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor.

"Dalam pekan depan harga emas dunia kemungkinan besar akan ditransaksikan di USD4.437 per troy ons, kemudian resistance-nya itu adalah USD4.766 per troy ons," kata Ibrahim, Minggu (23/8/2026).

Dari sisi teknikal, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia memiliki level support di USD4.437 per troy ons. Sementara itu, level resistance berada di USD4.766 per troy ons.

Sebelum mencapai resistance mingguan tersebut, emas diperkirakan menghadapi resistance pertama di USD4.676 per troy ons.

Sebaliknya, apabila terjadi koreksi pada awal pekan, harga emas diperkirakan menguji support pertama di USD4.520 per troy ons.

Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi bergerak menuju support mingguan di USD4.437 per troy ons.

"Kalau seandainya harga emas dunia mengalami kenaikan, resistance pertama itu di USD4.676. Kemudian dalam sepekan, harga emas dunia itu di USD4.766," ujarnya.

Proyeksi tersebut menunjukkan ruang pergerakan emas pada pekan depan masih cukup lebar. Dari posisi penutupan USD4.604 per troy ons, pasar harus mencermati apakah emas mampu mempertahankan level support atau justru kembali menguji level tertinggi yang diproyeksikan.

Pergerakan emas dunia juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga logam mulia di pasar domestik. Harga emas Antam pada Sabtu (22/8/2026) berada di level Rp2.746.000 per gram.

Ibrahim memperkirakan harga emas Antam memiliki support pertama di Rp2.726.000 per gram. Apabila tekanan jual meningkat, harga bahkan berpotensi turun menuju support kedua di Rp2.600.000 per gram.

Sebaliknya, apabila tren penguatan berlanjut, harga emas Antam diperkirakan dapat menguji resistance pertama di Rp2.764.000 per gram. Target berikutnya berada di Rp2.864.000 per gram.

"Jadi kesimpulannya kalau harga logam mulia pekan depan itu ditransaksikan di Rp2.600.000 sampai di Rp2.864.000," kata Ibrahim.

Dengan demikian, pergerakan harga emas domestik pada pekan depan tidak hanya berpotensi mengarah ke rekor baru, tetapi juga masih menghadapi risiko koreksi.

Level support menjadi penting untuk melihat seberapa kuat tekanan jual apabila harga emas global berbalik melemah.

Selain level teknikal emas, pergerakan dolar AS juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ibrahim memproyeksikan indeks dolar AS bergerak pada kisaran support 98,00 dan resistance 100,20.

Pergerakan dolar AS penting bagi pasar emas karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar. Perubahan nilai dolar dapat memengaruhi daya tarik emas bagi investor di pasar global.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 22 Agustus 2026 Tak Bergerak, Mana yang Paling Murah?

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga diperkirakan bergerak lebih tinggi. Ibrahim memperkirakan harga WTI berada di sekitar USD83 per barel dengan resistance USD89 per barel.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan imbal hasil aset keuangan.

Faktor geopolitik menjadi salah satu pendorong lain yang diperhatikan pasar emas. Ketegangan di Timur Tengah, hubungan Amerika Serikat dengan Iran, serta konflik Rusia-Ukraina masih menjadi sumber ketidakpastian bagi investor.

Rencana Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran pada Senin mendatang juga menjadi perhatian pasar.

Kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi terhadap perdagangan dan pasar energi global.

China juga menjadi salah satu negara yang berpotensi terdampak karena memiliki hubungan perdagangan minyak dengan Iran. Risiko terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan dapat meningkatkan perhatian investor terhadap aset yang dianggap sebagai safe haven.

Salah satu jalur strategis yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz. Setiap potensi gangguan terhadap jalur tersebut dapat berdampak pada perdagangan minyak dunia dan meningkatkan volatilitas pasar komoditas.

Di Eropa Timur, perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung turut mempertahankan ketidakpastian geopolitik global.

Dalam kondisi seperti itu, emas cenderung kembali menjadi perhatian investor karena dipandang sebagai salah satu instrumen lindung nilai ketika risiko pasar meningkat.

Selain geopolitik, kondisi fiskal Amerika Serikat menjadi faktor lain yang diperhatikan Ibrahim. Tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah AS membuat kebijakan di pasar obligasi menjadi salah satu perhatian investor.

Ibrahim menyoroti peningkatan volume pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah AS bertenor panjang, khususnya surat utang dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun.

Menurutnya, peningkatan buyback tersebut berpotensi menekan tingkat imbal hasil atau yield obligasi AS. Perubahan yield kemudian dapat memengaruhi alokasi portofolio investor terhadap berbagai aset.

"Sehingga ini dimanfaatkan oleh para investor untuk kembali melakukan pembelian terhadap logam mulia sebagai safe haven," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.