IHSG Sesi I Ambruk ke 5.434,31 Sinyal Investor Masih Berhati-hati

AKURAT.CO Penyesuaian di pasar saham Indonesia masih berlanjut pada perdagangan awal pekan ini. Hingga penutupan sesi I Senin (8/6/2026), IHSG tercatat melemah sebesar 2,87% atau 160,46 poin ke level 5.434,31.
Pelemahan ini mencerminkan sikap investor yang masih cenderung berhati-hati di tengah kombinasi faktor domestik dan eksternal yang belum sepenuhnya kondusif.
"Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilal berpotensi mempengaruhi dinamika pasar ke depan," tulis riset Eastspring Investment by Prudential, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: IHSG Turun ke Level Terendah Sejak Mei 2021, Tembus 5.594,7
Di saat yang sama, visibilitas yang masih terbatas terkait langkah-langkah kebijakan yang akan ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah turut mendorong investor untuk mengambil posisi yang lebih defensif.
Sejalan dengan hal tersebut, hingga laporan ini disusun, Rupiah tercatat melemah 144 poin ke level Rp18.180 per dolar AS. Pasar obligasi domestik juga bergerak melemah, tercermin dari kenaikan imbal hasil SBN secara relatif merata di berbagai tenor.
Tekanan depresiasi nilai tukar Rupiah akan direspon Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga instrumen SRBI pada level yang semakin tinggi karena para investor menaikkan premi resiko di situasi sekarang.
Tingginya suku bunga SRBI akan menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan pasar obligasi dalam jangka pendek
Sentimen eksternal juga belum memberikan ruang pemulihan yang berarti. Bursa saham Asia bergerak dalam tekanan merespons koreksi tajam yang terjadi di Wall Street pada akhir pekan lalu.
Pelemahan dipimpin oleh saham-saham teknologi AS menyusul rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi, yang kemball memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Pada perdagangan Jumat lalu, Nasdaq 100 terkoreksi 4,8%, memperpanjang tekanan pada sektor teknologi yang sebelumnya menjadi motor utama penguatan pasar.
Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury.
Harga minyak Brent naik lebih dari 3% dan menembus level di atas USD 96 per barel setelah israel dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran sebagai respons atas serangan rudal yang terjadi sebelumnya.
Indeks Kospi Korea Selatan sempat mengalami penurunan lebih dari 8% yang memicu penghentian perdagangan sementara (troding halt), sebelum kemudian memangkas sebagian kerugian dan diperdagangkan sekitar 6% lebih rendah.
Bursa Jepang dan Taiwan turut mencatat pelemahan signifikan seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Meski demikian, terdapat indikasi awal meredanya tekanan pada sektor teknologi tekno AS.
Pada perdagangan pagi ini, kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat sekitar 0,5% mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan penilaian ulang terhadap besarnya koreksi yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.
Secara keseluruhan, pasar masih dihadapkan pada kombinasi ketidakpastian kebijakan domestik, tekanan terhadap Rupiah, meningkatnya risiko geopolitik, serta prospek suku bunga global yang berpotensi bertahan pada level tinggi.
Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menjaga volatilitas pasar dalam jangka pendek dan mendorong investor untuk tetap selektif dalam mengambil risiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








