Trump Minta China Buka Akses Visa ke Pasar Pembayaran

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti akses perusahaan Amerika ke pasar China.
Dalam pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping di Beijing, Trump secara langsung mengangkat isu terbatasnya akses Visa Inc. di sektor pembayaran China.
Trump mengatakan dirinya meminta China membuka peluang lebih besar bagi Visa untuk beroperasi di negara tersebut.
“Saya berkata, bagaimana dengan mengizinkan Visa?” ujar Trump dikutip dari bloomberg.
Baca Juga: Visa Soroti Lonjakan AI di Pembayaran Digital RI, Bank Diminta Adaptif
Trump menyebut CEO Visa, Ryan McInerney ikut dalam delegasi bisnis Amerika Serikat yang berkunjung ke China. Menurut dia, isu akses pasar menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan dengan Xi.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa sektor pembayaran digital kini menjadi bagian penting dalam persaingan ekonomi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Selama bertahun-tahun, jaringan pembayaran asal AS menghadapi hambatan untuk masuk ke pasar domestik China yang didominasi China UnionPay.
Pada 2015, China mulai membuka peluang bagi perusahaan asing melalui regulasi yang mengizinkan penyedia layanan kliring kartu bank asing memperoleh lisensi dengan mendirikan unit lokal atau mengakuisisi perusahaan domestik.
Meski demikian, perkembangan akses pasar berjalan bertahap. Pada 2023, Mastercard menjadi jaringan pembayaran asing pertama yang memperoleh persetujuan untuk melakukan kliring transaksi kartu bank domestik dalam yuan melalui kerja sama dengan NetsUnion.
Sementara itu, American Express juga telah memperoleh izin untuk menjalankan bisnis kliring kartu bank bersama mitra lokal di China.
Hingga kini, Visa masih belum mendapatkan lisensi operasional di pasar domestik China.
Baca Juga: Elon Musk hingga Tim Cook Temui Xi Jinping di Beijing
Menurut data People's Bank of China, jumlah kartu bank yang beredar di China mencapai 10,2 miliar kartu pada akhir 2025.
Nilai transaksi kartu bank sepanjang tahun lalu mencapai CNY963,6 triliun atau sekitar USD142 triliun.
Besarnya pasar tersebut menjadikan China sebagai salah satu target utama perusahaan pembayaran global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









