Tugu Insurance Cetak Laba Rp711 Miliar, Properti Paling Dominan

AKURAT.CO PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang 2025.
Emiten berkode saham TUGU ini membukukan laba setelah pajak sebesar Rp711 miliar, naik 77,1% secara tahunan (yoy) dari Rp402 miliar pada 2024.
Kenaikan laba tersebut ditopang peningkatan hasil jasa asuransi yang naik 39,1% yoy menjadi Rp1,02 triliun, dari sebelumnya Rp736 miliar. Sementara itu, pendapatan jasa asuransi tumbuh 22,12% yoy menjadi Rp9,11 triliun, dan premi bruto naik 12% yoy menjadi Rp6,37 triliun.
Baca Juga: Strategi Tugu Insurance 2026: 8 Langkah Menuju Asuransi Nomor 1 di Indonesia
Presiden Direktur, Adi Pramana mengatakan segmen fire and property masih menjadi penopang utama bisnis dengan kontribusi 46,5% terhadap total portofolio.
“Kalau dari segmennya ada fire and property paling utama dan tetap dominan sebesar 46,5 persen,” kata Adi dalam keterangannya di Jakarta.
Selain properti, lini aviation menyumbang 12%, sementara offshore berkontribusi 10,5%.
Secara historis, lini kebakaran dan properti memang menjadi core business utama Tugu Insurance sebagai bagian dari grup PT Pertamina (Persero), terutama dalam perlindungan aset industri energi, logistik, dan properti korporasi.
Kinerja ini penting bagi pasar karena menunjukkan sektor asuransi umum masih mampu menjaga pertumbuhan di tengah tekanan pasar modal dan dinamika ekonomi global. Bagi investor, kenaikan laba berpotensi menjadi sentimen positif terhadap saham TUGU di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga: OJK: Lonjakan Hasil Investasi Asuransi Jadi Sinyal Pemulihan Industri
Ke depan, perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis 9-10% pada 2026 melalui penguatan portofolio dan efisiensi operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







