Akurat Logo

Jangan Sampai Ketinggalan! Blibli Payday Sale Tawarkan Diskon 25 Persen Pasca Lebaran

Esha Tri Wahyuni | 25 Maret 2026, 08:10 WIB
Jangan Sampai Ketinggalan! Blibli Payday Sale Tawarkan Diskon 25 Persen Pasca Lebaran
Blibli gelar Pay Day 25–27 Maret 2026 dengan diskon hingga 25% dan gratis ongkir untuk penuhi lonjakan kebutuhan pasca Lebaran.

AKURAT.CO Momen pasca-Lebaran 2026 memicu peningkatan kebutuhan konsumsi rumah tangga, seiring kembali normalnya aktivitas masyarakat setelah periode libur panjang.

Di tengah kondisi tersebut, platform e-commerce Blibli menggelar program “Blibli Pay Day” pada 25–27 Maret 2026 untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan harian.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan pola musiman yang meningkat signifikan pada periode Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: Pelanggan Blibli Bisa Dapat Diskon 10 Persen dengan Tukar Pakaian Bekas

Namun, fase setelah Lebaran kerap ditandai dengan kebutuhan restock karena stok rumah tangga menipis, sementara sebagian pelaku usaha ritel tradisional belum kembali beroperasi penuh.

Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, mengatakan tren ini mendorong peningkatan peran kanal digital dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Setelah Lebaran, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat sementara aktivitas belum sepenuhnya pulih. Kami melihat pelanggan semakin mengandalkan belanja online untuk memastikan kebutuhan tetap terpenuhi dengan mudah dan nyaman. Blibli Pay Day hadir sebagai solusi belanja praktis dengan pilihan lengkap dan layanan yang bisa diandalkan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Dalam program tersebut, Blibli menawarkan sejumlah insentif, termasuk voucher diskon hingga 25% dan fasilitas gratis ongkos kirim. Selain itu, perusahaan menekankan layanan tambahan seperti jaminan produk 100% original, perlindungan transaksi, serta kebijakan retur tanpa alasan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Secara historis, periode pasca-Lebaran di Indonesia kerap diikuti oleh pergeseran pola konsumsi. Selama Ramadan hingga Idulfitri, pengeluaran rumah tangga cenderung meningkat untuk kebutuhan makanan, pakaian, dan kegiatan sosial.

Setelah periode tersebut, masyarakat memasuki fase normalisasi dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar yang sempat terkuras.

Kondisi ini diperkuat oleh fenomena terbatasnya akses ke ritel fisik, terutama warung dan toko kelontong yang masih tutup sementara karena pemiliknya mudik.

Bank Indonesia (BI) dalam laporan konsumsi domestik sebelumnya juga mencatat akselerasi transaksi digital pada momen musiman, termasuk setelah hari besar keagamaan.

Baca Juga: Blibli Pay Day Januari Dorong Gaya Hidup Sehat bagi Konsumen

Dalam konteks ini, e-commerce menjadi alternatif distribusi yang lebih fleksibel. Infrastruktur logistik yang semakin matang dan penetrasi internet yang mencapai lebih dari 78% populasi (APJII, 2025) mempercepat pergeseran perilaku belanja masyarakat ke platform digital.

Pasca-Lebaran, sejumlah kategori produk mengalami peningkatan permintaan. Pertama, bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging yang cepat habis setelah intensitas konsumsi tinggi selama hari raya.

Kedua, produk personal care seperti sabun, sampo, dan skincare, yang penggunaannya meningkat akibat aktivitas silaturahmi dan mobilitas tinggi.

Selain itu, kebutuhan kebersihan rumah seperti deterjen, cairan pembersih, dan tisu juga mengalami lonjakan permintaan. Hal ini sejalan dengan tingginya aktivitas bersih-bersih rumah selama dan setelah Lebaran.

Blibli menyatakan program Pay Day juga mencakup kategori elektronik rumah tangga. Hal ini relevan dengan kondisi di mana sebagian asisten rumah tangga belum kembali bekerja, sehingga masyarakat membutuhkan perangkat tambahan untuk menunjang aktivitas domestik.

Peningkatan aktivitas belanja online pasca-Lebaran berpotensi memperkuat kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company (e-Conomy SEA 2025) mencatat nilai ekonomi digital Indonesia telah melampaui USD80 miliar, dengan e-commerce sebagai kontributor utama.

Program seperti Blibli Pay Day juga berfungsi sebagai stimulus jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat setelah periode pengeluaran tinggi. Dengan adanya diskon dan insentif logistik, konsumen dapat mengakses kebutuhan dengan biaya lebih efisien.

Di sisi lain, kompetisi antar platform e-commerce diperkirakan meningkat pada periode ini, mengingat momentum pasca-Lebaran menjadi salah satu fase penting dalam kalender belanja nasional di luar kampanye besar seperti Harbolnas.

Tren belanja online pasca-Lebaran diperkirakan akan terus meningkat seiring perubahan perilaku konsumen dan penguatan ekosistem digital. Program promosi berbasis momentum musiman dinilai akan tetap menjadi strategi utama pelaku e-commerce untuk menjaga transaksi.

Blibli menegaskan akan terus mengoptimalkan kampanye serupa guna menjawab kebutuhan pelanggan secara real-time. Dengan dukungan logistik dan layanan purna jual, perusahaan menargetkan pengalaman belanja yang lebih praktis dan aman di tengah dinamika konsumsi masyarakat.

“Blibli Pay Day hadir sebagai solusi belanja praktis dengan pilihan lengkap dan layanan yang bisa diandalkan,” kata Indra.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.