BUMN Kolaborasi Perkuat Ekosistem Bisnis Emas Nasional
Hefriday | 12 November 2025, 16:10 WIB

AKURAT.CO Sejumlah perusahaan pelat merah memperkuat kolaborasi untuk membangun layanan bisnis emas atau bullion service sebagai upaya memperkuat ekosistem emas nasional.
Langkah ini dilakukan menyusul peluncuran bullion bank pertama di Indonesia yang dijalankan oleh PT Pegadaian (Persero) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pada akhir Februari 2025.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan sinergi antara sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand) emas.
Dirinya menyebut kemitraan dengan perusahaan tambang seperti PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi kunci dalam menciptakan rantai ekosistem emas dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
“Yang perlu dikelola adalah sinergi antara permintaan dan pasokan agar keduanya seimbang. Teknologi juga akan berperan besar dalam pengembangan ekosistem emas ke depan,” ujar Damar dalam konferensi pers Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).
Dari sisi lain, Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menilai potensi pertumbuhan pasar emas domestik masih sangat besar. Menurutnya, kehadiran bullion bank menjadi pendorong penting dalam memperkuat rantai pasok dan memperluas pasar emas di Indonesia.
“Bullion bank berperan sebagai agregator di pasar primer maupun sekunder. Setelah diluncurkan, perputaran emas di dalam negeri semakin baik, dan itu mendorong keseimbangan antara permintaan dan pasokan,” ujar Handi.
Dirinya menambahkan, Antam berkomitmen mendukung penyediaan emas untuk memperkuat hilirisasi dan mendukung kebutuhan industri logam mulia di dalam negeri.
Sementara itu, Wakil Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, mengungkapkan bahwa aktivitas tambang bawah tanah di area Grasberg Block Cave (GBC), Papua Tengah, masih belum pulih akibat insiden longsor pada September lalu.
Akibatnya, produksi emas PTFI dari smelter Gresik yang biasanya mencapai 50–60 ton per tahun kini hanya bisa menghasilkan sekitar 15 ton per tahun.
Sebagian besar hasil produksi tersebut, kata Jenpino, diserap oleh Antam untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Dari sisi intermediasi keuangan, Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyebut peran bullion bank sangat penting untuk mempercepat perputaran emas di masyarakat.
Dirinya mengatakan regulator seperti Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) telah memberikan dukungan agar bullion bank dapat menjadi bagian dari sistem ekonomi nasional.
“Ada pesan dari Presiden agar emas bisa menjadi penggerak ekonomi. Selama ini kontribusinya terhadap perekonomian belum optimal,” ujar Bob.
Pegadaian mencatat telah menghimpun emas sebanyak 129 ton hingga 31 Oktober 2025 dari berbagai layanan emas, termasuk bullion bank yang baru beroperasi sekitar delapan bulan.
Sementara itu, saldo emas kelolaan BSI mencapai 1,15 ton atau setara Rp2,55 triliun per 30 September 2025 melonjak sebanyak 159,78% sepanjang tahun berjalan.
Kolaborasi antar-BUMN ini diharapkan mampu memperkuat rantai nilai emas nasional, mulai dari penambangan, pengolahan, penyimpanan, hingga transaksi digital berbasis emas.
Dengan dukungan teknologi dan tata kelola terintegrasi, bullion bank dinilai dapat menjadi instrumen penting dalam memperdalam pasar keuangan sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi berbasis komoditas.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi sektor pertambangan dan menciptakan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.
“Bullion bank bukan hanya tentang menyimpan emas, tetapi tentang membangun sistem ekonomi yang berbasis kepercayaan, efisiensi, dan keberlanjutan,” tutup Damar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan







