AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Jumat (29/8/2025). IHSG anjlok 121,59 poin (1,53%) ke 7.830,49.
Pelemahan IHSG menyusul tren serupa di perdagangan sesi I. Saat itu, IHSG turun 180,80 poin atau 2,27% ke level 7.771,28 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Founder Stocknow.id sekaligus pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menilai tekanan besar terhadap IHSG tidak hanya dipengaruhi faktor global, melainkan juga kondisi domestik.
Menurutnya, gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah lain memunculkan ketidakpastian politik, sehingga investor cenderung mengambil langkah hati-hati.
“Pasar modal sangat sensitif terhadap isu stabilitas. Begitu ada potensi risiko keamanan, baik investor asing maupun domestik cenderung menahan diri, bahkan melepas portofolio untuk mengamankan likuiditas,” kata Hendra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: RAPBN 2026 Dinilai Realistis, IHSG Sempat Nangkring ke 8.000, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Hendra menjelaskan, gejolak sosial yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menambah tekanan di pasar. Situasi ini diperburuk oleh respons pemerintah yang dinilai belum efektif.
Alih-alih membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat, pemerintah justru mengeluarkan imbauan Work From Home (WFH) bagi anggota DPR.
“Kebijakan itu menimbulkan persepsi bahwa pemerintah dan wakil rakyat lebih memilih menjauh ketimbang mendengar aspirasi langsung. Padahal, yang dibutuhkan pasar saat ini adalah sinyal stabilitas dan kepastian,” tegasnya.
Menurut Hendra, persepsi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pergerakan pasar. Bahkan, dalam banyak kasus, sentimen negatif dapat menekan harga saham lebih kuat dibanding kondisi fundamental yang sebenarnya.
“Dalam ekonomi, persepsi sering kali lebih dominan daripada fakta di lapangan,” jelasnya.
Situasi politik dan sosial yang memanas di Indonesia pun menjadi sorotan media internasional. Investor global yang mengamati kondisi tersebut menilai adanya eskalasi ketidakpastian politik, sehingga mereka memilih untuk melakukan aksi jual di pasar keuangan.
Hendra mengingatkan, jika IHSG kembali turun di bawah area 7.800, risiko koreksi yang lebih dalam bisa terbuka lebar. Karena itu, sebagian besar pelaku pasar saat ini memilih strategi defensif sambil menunggu kejelasan arah kebijakan dari pemerintah.
“Fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya cukup kuat. Namun, jika psikologis pasar terus terganggu oleh ketidakpastian, pelemahan IHSG akan sulit dihindari,” tambahnya.
Dirinya menegaskan, pelaku pasar selalu bekerja berdasarkan ekspektasi dan sentimen. Analisis fundamental sekuat apa pun tidak akan mampu menahan tekanan jual jika investor sudah memiliki persepsi negatif. Karena itu, menjaga stabilitas politik dan sosial menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan pasar.
Pada penutupan perdagangan sesi I, frekuensi transaksi tercatat mencapai 1.625.838 kali dengan volume perdagangan sebanyak 33,99 miliar lembar saham. Total nilai transaksi mencapai Rp13,31 triliun.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 89 saham menguat, 662 saham melemah, dan 49 stagnan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan










