AKURAT.CO Chief Operating Officer Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, menegaskan pentingnya sinergi antara Danantara dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk memperkuat perekonomian nasional di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
"Danantara membutuhkan Kadin, dan Kadin membutuhkan Danantara. Kita saling membutuhkan demi kemajuan ekonomi negara dan posisi Indonesia di pentas global," ujar Dony dalam pertemuan dengan jajaran Kadin di Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Dony menekankan bahwa kehadiran Danantara bukan untuk menyaingi peran Kadin, melainkan untuk memperkuat kolaborasi yang ada.
Ia menyebutkan, Kadin sebagai wadah para pengusaha nasional dan daerah memiliki kekuatan jaringan, sementara Danantara hadir sebagai super holding seluruh BUMN untuk mendorong daya saing dan efisiensi badan usaha milik negara.
"Justru kita ingin merangkul dan berjalan bersama. Baik Kadin pusat maupun Kadin daerah, mari kita bersamai dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia," imbuhnya.
Baca Juga: Kapan PTPP Merger dengan WIKA? Novel Arsyad: Tunggu Arahan Danantara
Danantara, yang baru dibentuk dalam kerangka restrukturisasi BUMN, bertugas mengelola dan mengoptimalkan investasi strategis nasional. Lembaga ini diharapkan mampu memperkuat peran BUMN dalam menghadapi tantangan global dan membuka peluang baru dalam investasi.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyambut baik ajakan kerja sama dari Danantara. Ia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan hari itu, terdapat sejumlah agenda penting yang berpotensi untuk dikolaborasikan antara kedua institusi.
“Beberapa hal yang kami bicarakan antara lain adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyediaan perumahan rakyat, pembangunan infrastruktur jalan tol, serta penguatan sektor ketahanan pangan dan energi,” kata Anindya.
Menurut Anindya, sinergi Kadin dan Danantara penting untuk menyentuh sektor-sektor strategis yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat. Ia berharap, dengan peran Danantara sebagai pemegang kendali investasi nasional, banyak program prioritas pemerintah bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dalam waktu dekat, lanjut Anindya, pihaknya dan Danantara akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama. “Kita berharap sebelum akhir Mei, MoU ini bisa direalisasikan agar kerja kolaboratif bisa langsung berjalan,” ujarnya.
MoU tersebut nantinya akan menjadi landasan dalam pelaksanaan berbagai proyek bersama, baik dalam skala nasional maupun daerah. Kadin juga akan mendorong anggotanya, terutama pelaku UMKM dan pengusaha daerah, untuk mengambil bagian dalam inisiatif-inisiatif yang digagas bersama Danantara.
Kolaborasi ini juga dinilai sebagai bentuk konkret dari semangat gotong royong antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekonomi nasional. “Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi, tantangan bisa diatasi dan potensi bisa dimaksimalkan,” tukas Dony.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver










