AKURAT.CO Lebaran identik dengan pemasukan tambahan seperti gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan dana yang lebih banyak, sebagian besar orang akan fokus pada belanja, mudik, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Namun, apakah pernah terpikir untuk mengalokasikan sebagian dana tersebut ke investasi, khususnya saham?
Menurut Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, kondisi ekonomi yang tidak stabil justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham dengan harga lebih murah.
"Ketika ada koreksi harga saham atau pasar melemah, itulah waktu yang tepat untuk membeli saham dan berinvestasi jangka panjang," ujarnya dikutip dari laman Keuangan, Minggu (23/3/2025).
Meski begitu, investasi saham saat Lebaran tidak bisa dilakukan sembarangan. Kamu perlu strategi agar tidak hanya ikut-ikutan tren atau terjebak dalam keputusan impulsif.
1. Atur Bujet Investasi dengan Bijak
Sebelum membeli saham, tentukan dulu alokasi dana yang akan diinvestasikan. Jangan sampai semua uang THR habis tanpa perencanaan.
Alokasikan sebagian untuk kebutuhan Lebaran, sebagian untuk tabungan, dan sebagian untuk investasi.
2. Pilih Saham dengan Fundamental Kuat
Jangan asal membeli saham hanya karena harganya sedang turun. Pastikan perusahaan yang dipilih memiliki kinerja keuangan yang baik dan prospek bisnis yang menjanjikan.
Baca Juga: IHSG Turun, Saham-saham Ini Malah Cuan Besar
Saham dari sektor konsumsi, transportasi, atau perbankan biasanya mengalami peningkatan saat Lebaran karena aktivitas ekonomi yang meningkat.
3. Diversifikasi Portofolio
Jangan hanya mengandalkan satu jenis saham. Sebaiknya, sebarkan investasi ke beberapa sektor atau instrumen lain seperti reksa dana saham, emas, atau obligasi agar risiko bisa diminimalisir.
4. Manfaatkan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Strategi ini memungkinkan kamu membeli saham secara berkala dalam jumlah yang sama, tanpa harus khawatir dengan fluktuasi harga.
Ini cocok bagi investor pemula yang ingin berinvestasi tanpa harus menebak-nebak kapan harga saham sedang murah.
5. Hindari FOMO dan Tetap Sesuai Rencana
Jangan tergoda untuk membeli saham hanya karena tren atau dorongan media sosial. Pastikan keputusan investasi didasarkan pada analisis dan bukan sekadar spekulasi.
Mengalokasikan THR untuk investasi saham bisa menjadi langkah cerdas untuk memanfaatkan dana tambahan secara produktif.
Dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat, keuntungan jangka panjang bisa diraih tanpa harus mengorbankan kebutuhan Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









