Akurat Logo

Indonesia dan Jepang Sepakati Pinjaman Rp9,35 Triliun untuk Pengembangan SDM dan Pelabuhan Patimban

Atikah Umiyani | 11 Januari 2025, 22:09 WIB
Indonesia dan Jepang Sepakati Pinjaman Rp9,35 Triliun untuk Pengembangan SDM dan Pelabuhan Patimban

AKURAT.CO Dalam langkah mempererat kerja sama ekonomi dan pembangunan, Jepang resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Indonesia untuk memberikan pinjaman yen senilai 90,456 miliar yen atau setara dengan Rp9,35 triliun.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasushi Masaki dan Direktur Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia, Abdul Kadir Jailani, Sabtu (11/1/2025).

Sebagian dana tersebut, yakni 7,048 miliar yen (Rp728,7 miliar), akan digunakan untuk proyek penguatan manajemen dan pengembangan aparatur pemerintahan.

Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas pejabat administrasi serta memperkuat kinerja organisasi di pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menciptakan pertukaran sumber daya manusia yang berkelanjutan antara kedua negara.

Baca Juga: Pramono Anung Siap Buka Taman 24 Jam dan Berantas Pungli di Jakarta

Ketentuan pinjaman meliputi suku bunga 1,45 persen per tahun dengan 0,2 persen untuk konsultasi. Periode pembayaran ditetapkan selama 25 tahun, termasuk masa tenggang 7 tahun.

Sebagian besar pinjaman, yaitu 83,408 miliar yen (Rp8,62 triliun), dialokasikan untuk proyek pengembangan Pelabuhan Patimban tahap III di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pelabuhan ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok logistik di kawasan metropolitan Jakarta dengan membangun fasilitas utama seperti terminal peti kemas dan terminal kendaraan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pinjaman untuk proyek ini memiliki suku bunga sangat rendah, hanya 0,3 persen per tahun dengan biaya konsultasi 0,2 persen, dan periode pembayaran mencapai 40 tahun, termasuk masa tenggang 10 tahun.

Skema pinjaman lunak dari Jepang ini merupakan bagian dari komitmen mendukung pembangunan di negara berkembang.

Dengan suku bunga rendah dan tenor panjang, pinjaman semacam ini memungkinkan pendanaan infrastruktur yang lebih terjangkau, namun tetap mengharuskan Indonesia mengelola penggunaan dana secara efektif untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Shin Tae-yong Dianggap Bermanuver Ucapkan Perpisahan di Hari Kedatangan Patrick Kluivert

Kesepakatan ini menegaskan hubungan strategis antara Jakarta dan Tokyo, membuka peluang baru untuk kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur vital.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.