Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Tumbuh 6,9 Persen per Oktober ke Rp298,3 Triliun

AKURAT.CO Kredit kendaraan bermotor terus menjadi solusi utama bagi masyarakat Indonesia dalam memiliki kendaraan, terutama roda empat.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa penyaluran kredit mobil per Oktober 2024 meningkat sebesar 6,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp298,3 triliun.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Mikro OJK, Agusman, pembiayaan kendaraan roda empat menyumbang porsi terbesar, yaitu 56,39% dari total pembiayaan kendaraan bermotor.
“Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan masyarakat terhadap kendaraan roda empat masih tinggi,” ungkap Agusman dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12/2024).
Beberapa faktor yang mendorong peningkatan ini di antaranya adalah daya beli masyarakat yang membaik serta kebutuhan transportasi pribadi yang terus meningkat. Selain itu, kemudahan proses pembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan multifinance membuat konsumen lebih memilih kredit dibandingkan pembelian tunai.
Sektor pariwisata juga disebut sebagai peluang baru yang dapat dimanfaatkan perusahaan pembiayaan. Namun, kontribusinya masih tergolong kecil, yakni kurang dari satu persen dari total pembiayaan industri.
Pembiayaan kendaraan listrik juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Oktober 2024, total pembiayaan kendaraan listrik mencapai Rp21,34 triliun atau sebesar 4,25% dari total piutang pembiayaan.
“Dengan dukungan pemerintah dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, kami optimis pembiayaan di sektor ini akan terus meningkat,” ujar Agusman.
Pemerintah telah memberikan berbagai insentif untuk kendaraan listrik, termasuk subsidi dan penghapusan pajak tertentu. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pembentukan ekosistem green financing di Indonesia.
Melihat tren yang ada, OJK memproyeksikan pembiayaan kendaraan bermotor roda empat akan terus tumbuh hingga akhir tahun 2024. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






