Akurat Logo

Sepakati RKAT 2025, BEI Bidik Pendapatan Rp1,78 Triliun

Hefriday | 26 Oktober 2024, 11:19 WIB
Sepakati RKAT 2025, BEI Bidik Pendapatan Rp1,78 Triliun

AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyepakati Rencana Kerja Tahun Anggaran (RKAT) 2025, di mana pendapatan BEI diproyeksikan naik sebesar 9,01% menjadi Rp1,78 triliun dari RKAT 2024-Revisi sebesar Rp1,64 triliun.

Hal tersebut dicapai usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara hybrid baru-baru ini. Rapat yang dihadiri 93 pemegang saham dengan hak suara penuh ini menyetujui dua agenda utama yaitu pelaksanaan pembaruan sistem perdagangan serta pengesahan RKAT.

"Langkah ini diharapkan dapat mendukung efisiensi dan daya saing pasar modal Indonesia melalui pembaruan infrastruktur teknologi BEI," tulis manajemen BEI dalam laman resmi, dikutip Sabtu (26/10/2024).

Berdasarkan data perdagangan selama periode 21-25 Oktober 2024, BEI mencatat peningkatan signifikan pada volume dan nilai transaksi harian. Rata-rata volume transaksi harian meningkat sebesar 16,96% menjadi 27,31 miliar lembar saham dibandingkan 23,35 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 9,49% mencapai Rp11,96 triliun dari Rp10,92 triliun pada pekan lalu.

Baca Juga: Rencana Kerja BEI 2025 Fokus pada Pendalaman dan Perluasan Pasar

Peningkatan aktivitas transaksi turut terlihat pada rata-rata frekuensi transaksi harian, yang naik sebesar 9,04% menjadi 1,372 juta kali transaksi dibandingkan 1,258 juta kali transaksi pada minggu sebelumnya.

Namun, meski volume transaksi naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 0,84%, ditutup di level 7.694,660 dari posisi 7.760,060 pada pekan lalu. Perubahan ini seiring dengan penurunan kapitalisasi pasar Bursa sebesar 0,61% menjadi Rp12.888 triliun dari sebelumnya Rp12.967 triliun.

Selama sepekan, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp617,11 miliar, mencerminkan tren profit-taking yang dilakukan sejumlah pelaku pasar asing di tengah kenaikan suku bunga global.

Namun, sepanjang tahun 2024, investor asing tetap menunjukkan minat positif terhadap pasar modal Indonesia dengan nilai beli bersih mencapai Rp40,9 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menarik sebagai tujuan investasi meskipun terdapat tekanan ekonomi global.

Kebijakan pembaruan sistem yang telah disetujui dalam RUPSLB diharapkan mampu memperkuat stabilitas dan daya saing BEI, serta meningkatkan efisiensi perdagangan di tengah perkembangan pesat pasar modal dan kebutuhan investor.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa