Akurat

Laba Kuartal III-2024 Melebihi Ekspektasi, Saham JPMorgan Terbang 5 Persen

Hefriday | 12 Oktober 2024, 17:09 WIB
Laba Kuartal III-2024 Melebihi Ekspektasi, Saham JPMorgan Terbang 5 Persen

AKURAT.CO Saham JPMorgan Chase & Co. melonjak hampir 5% pada Jumat setelah mencatatkan laba kuartal ketiga yang melebihi ekspektasi, didorong oleh peningkatan dalam bisnis perbankan investasi serta kenaikan pembayaran bunga. 

Keuntungan ini datang di tengah prospek pelonggaran moneter lebih lanjut dari Federal Reserve yang memicu reli pasar saham selama kuartal ketiga, yang mendorong perusahaan-perusahaan untuk menerbitkan lebih banyak utang dan ekuitas.

Peningkatan kepercayaan ekonomi juga mendukung kinerja keuangan bank terbesar di AS ini, bersama dengan rivalnya Wells Fargo, yang juga melaporkan hasil yang melampaui perkiraan. Saham JPMorgan diperdagangkan di sekitar USD223, mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam 1,5 tahun terakhir.
 
Baca Juga: Elon Musk Dapat Pujian dari CEO JPMorgan: Sangat Cerdas!

Menurut data yang dilansir dari Reuters, pendapatan dari biaya perbankan investasi JPMorgan meningkat tajam sebesar 31%, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya yang hanya 15%. Sementara itu, pendapatan dari perdagangan ekuitas naik 8%, jauh di atas proyeksi awal sebesar 2%.

"Keuntungan ini konsisten dengan narasi 'pendaratan lunak' yang menggambarkan pertumbuhan ekonomi AS yang moderat," kata Chief Financial Officer JPMorgan, Jeremy Barnum melalui lansiran Reuters, Sabtu (12/10/2024).
 
Barnum juga mengungkapkan optimisme terhadap prospek merger dan akuisisi di masa depan, didukung oleh momentum positif sepanjang tahun ini.

Pendapatan bunga bersih JPMorgan, atau selisih antara pendapatan yang diperoleh dari pinjaman dan pembayaran bunga deposito, tumbuh 3% pada kuartal ini. Bank ini juga menaikkan perkiraan pendapatan bunga bersih tahunan menjadi USD92,5 miliar dari proyeksi sebelumnya sebesar USD91 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar USD91,05 miliar.

CEO Jamie Dimon menegaskan bahwa fokus pada angka pendapatan bunga bersih tidak perlu diperbesar. "Saya tidak ingin kita menghabiskan seluruh waktu dalam panggilan ini hanya untuk berspekulasi tentang angka pendapatan bunga bersih tahun depan," ujar Dimon.

Hasil kuartal ketiga ini juga menunjukkan diversifikasi bisnis JPMorgan, di mana pertumbuhan dalam perbankan komersial dan investasi berhasil menutupi penurunan di unit konsumer. Peter Nerby, Wakil Presiden Senior di Moody’s Ratings, menekankan bahwa kemampuan JPMorgan untuk menghasilkan modal memberikan perlindungan bagi pemegang obligasi mereka dari ketidakpastian ekonomi, geopolitik, dan regulasi.

Namun, Dimon juga mengingatkan bahwa meningkatnya konflik global dapat mengganggu aktivitas ekonomi. "Kami telah memantau situasi geopolitik ini untuk waktu yang cukup lama, dan kejadian terbaru menunjukkan bahwa kondisi semakin berbahaya," kata Dimon.
 
Ketegangan di Timur Tengah meningkat bulan ini, dengan Israel terlibat konflik dengan Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon, selain juga menghadapi perlawanan Hamas di Gaza.

Dimon juga dispekulasikan untuk posisi penting dalam kebijakan ekonomi AS menjelang pemilihan presiden pada 5 November mendatang. Namun, ketika ditanya tentang kemungkinan peran dalam pemerintahan, ia menekankan bahwa peluangnya hampir tidak ada, meskipun ia tetap membuka opsi.

JPMorgan juga meningkatkan cadangan untuk potensi kerugian kredit menjadi USD3,11 miliar, lebih tinggi dibandingkan USD1,38 miliar setahun sebelumnya, karena ekspansi pinjaman yang dilakukan bank. Meskipun demikian, Barnum menekankan bahwa keuangan konsumen masih cukup kuat di pasar kerja yang solid, dan tingkat keterlambatan pembayaran pinjaman mulai kembali normal dari rekor terendah.

Secara keseluruhan, laba JPMorgan turun 2% menjadi USD12,9 miliar pada kuartal ketiga. Namun, laba per saham sebesar USD4,37 melampaui ekspektasi analis sebesar USD4,01.

Peter Nerby juga menyatakan bahwa hasil ini menunjukkan kekuatan JPMorgan dalam menghasilkan modal, yang pada akhirnya melindungi pemegang obligasi dari berbagai ketidakpastian. Bank ini juga menantikan draft proposal baru terkait peraturan Basel III yang akan meningkatkan persyaratan modal untuk bank-bank besar AS.

"Kami percaya bahwa aturan dapat ditulis dengan cara yang mempromosikan sistem keuangan yang kuat tanpa menyebabkan dampak buruk bagi perekonomian," kata Dimon.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa