Indodax Sabet Peringkat A Security Score dari Certik Skynet

AKURAT.CO Indodax memperoleh peringkat ke-13 di dunia sebagai platform crypto exchange dalam kategori keamanan siber berkat teknologi dan prosedur pengamanan yang ketat, serta menjadi satu-satunya platform dari Indonesia yang mendapatkan predikat “A” untuk security score.
Pemeringkatan ini diberikan oleh Certik Skynet selaku lembaga pemeringkat keamanan siber terkemuka. "Dengan pencapaian ini, menunjukkan dedikasi Indodax demi memastikan keamanan pengguna. Menurutnya, pencapaian di aspek keamanan siber ini merupakan hasil dari kerja keras semua elemen di internal perusahaan," kata CEO Indodax, Oscar Darmawan dikutip Senin (29/7/2024).
Saat ini, pihaknya disebut secara terus-menerus berupaya mengatasi ancaman siber yang semakin kompleks, mengingat keamanan dana dan data member merupakan prioritas utama. Oscar menyampaikan bahwa kejahatan siber bisa mengancam siapa saja, termasuk para investor kripto.
Baca Juga: Jatis Mobile (JATI) Sediakan Layanan SMS OTP ke Pengguna Indodax
“Kami menghimbau para investor kripto untuk memilih platform kripto yang memiliki reputasi baik dengan sistem keamanan yang terjamin. Selalu pastikan bahwa platform yang dipilih menerapkan standar keamanan tinggi dan memiliki langkah-langkah perlindungan data yang efektif. Misalnya, aktivasi fitur otentikasi dua faktor (2FA) pada akun kripto di exchange seperti Indodax guna menambah lapisan perlindungan dan mencegah akses tidak sah masuk secara sembarangan,” ujarnya.
Selain melindungi data, keamanan siber juga membangun kepercayaan jangka panjang dengan komunitas. "Di masa depan, kami akan terus memperbaharui dan meningkatkan sistem kami serta memberikan edukasi kepada pengguna mengenai praktik keamanan yang terbaik. Dengan demikian, kami berharap dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan pengalaman investasi yang aman dan terpercaya di platform kami,” ucap Oscar.
Menurut laporan Cybersecurity Ventures, kerugian akibat kejahatan siber secara global diperkirakan mencapai USD10,5 triliun per tahun pada 2025, naik dari USD3 triliun pada tahun 2015. Data dari CoinWire menunjukkan volume perdagangan kripto global diperkirakan bakal mencapai USD 108 triliun pada tahun ini dengan peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna.
Hal ini dinilai mencerminkan pertumbuhan industri kripto yang semakin mendapat tempat di pasar global, sehingga keamanan siber menjadi faktor kritis yang harus diperhatikan semua platform perdagangan kripto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







