Rupiah Menguat 14 Poin Usai Bank Sentral Eropa Kerek Suku Bunga

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 14 poin ke level Rp14.940 pada penutupan Jumat, 16 Juni 2023 usai Bank Sentral Eropa atau ECB menaikkan suku bunga 25 basis poin.
Pengamat pasar uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi eksternal, dolar AS menguat kembali atau rebound pada perdagangan Jumat usai melemah semalam menyusul data ekonomi yang lemah, sementara Bank of Japan mempertahankan suku bunga pada tingkat yang sangat rendah.
"Dolar mendapat dorongan di awal minggu ketika Federal Reserve AS memperkirakan setidaknya dua kenaikan lagi tahun ini, meskipun menghentikan serangkaian kenaikan suku bunga, karena inflasi terus berada di atas kisaran target bank sentral. Tetapi sejumlah pembacaan ekonomi AS yang lemah, termasuk produksi industri yang melambat dan penjualan ritel yang lesu, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa tinggi Fed dapat menaikkan suku bunga," kata Ibrahim Jumat (16/6/2023).
Sementara itu, Bank sentral Jepang terus menjadi sangat akomodatif setelah pertemuan bank sentral utama terakhir dari minggu yang padat, dengan Bank of Japan mengulangi sikap dovishnya yang bertentangan dengan kebijakan hawkish yang diambil oleh rekan-rekan secara global.
Bank sentral Jepang mempertahankan target suku bunga jangka pendek negatif 0,1% dan mengisyaratkan akan terus mengizinkan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun untuk diperdagangkan dalam kisaran ketat 0,5% hingga negatif 0,5%.
Presiden ECB Christine Lagarde menindaklanjuti dengan menyatakan pada konferensi pers berikutnya bahwa kenaikan suku bunga lain di bulan Juli sangat mungkin terjadi dan bahwa bank sentral masih memiliki dasar yang cukup untuk mencegah inflasi yang tinggi.
"Dengan mengingat hal ini, pembacaan akhir indeks harga konsumen zona euro bulan Mei akan dirilis di akhir sesi, dan diperkirakan akan menunjukkan bahwa indeks mencapai 6,1% secara tahunan, turun dari 7,0% bulan sebelumnya. Namun, IHK inti, yang tidak termasuk harga energi dan pangan yang mudah berubah, kemungkinan akan terbukti lebih sulit dijinakkan, dan terlihat turun menjadi 5,3% dari 5,6%," imbuh Ibrahim.
Faktor Internal Rupiah
Adapun dari sisi internal, pelaku pasar merespon positif data neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2023 yang tercatat surplus sebesar USD0,44 miliar, meski menciut dibandingkan dengan surplus pada April 2023 yang sebesar USD3,94 miliar.
Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) memandang perkembangan ini positif bagi upaya untuk terus menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna terus meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, surplus neraca perdagangan Mei 2023 terutama didorong oleh surplus neraca perdagangan nonmigas sedangkan neraca perdagangan migas mencatat defisit USD1,82 miliar. Surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat sebesar USD2,26 miliar, menurun dibandingkan dengan surplus nonmigas bulan sebelumnya sebesar USD5,63 miliar.
Hal ini sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas di tengah peningkatan impor nonmigas.Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang merupakan kontributor utama terhadap total ekspor Indonesia.
"Sementara itu, impor nonmigas tercatat meningkat pada hampir seluruh golongan barang sejalan dengan aktivitas ekonomi yang terus meningkat," pungkas Ibrahim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





