Mantab! Investor Milenial Mendominasi dalam Investasi Berkelanjutan

AKURAT.CO Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan generasi milenial di dunia saat ini lebih menyukai investasi berkelanjutan atau investasi yang punya dampak positif dalam sosial dan lingkungan.
Hal tersebut dikatakan oleh Mahendra berdasar dari studi, karena secara proporsional untuk keselurhan portofolio mereka apabila dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.
"Berdasarkan studi, generasi milenial yang berinvestasi justru lebih banyak kepada investasi berkelanjutan secara proporsional dari keseluruhan portofolio mereka dibanding dengan generasi yang lebih tua," kata Mahendra dalam Literasi Keuangan Indonesia Terdepan yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (12/8/2022).
Mahendra juga memaparkan bahwa investor global saat ini yang berusia 18 - 19 tahun mengakui bahwa mereka menginvestasikan rerata 41 persen dari portofolio pada investasi berkelanjutan.
Sehingga dengan begitu, investasi generasi milenial dilakukan pada produk perusahaan dan lembaga yang punya kegiatan bisnis serta kelola sumber daya alam secara sustainable dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat serta dilaksanakan memenuhi prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).
"Investor generasi milenial dan generasi Z pun mulai mendominasi pasar modal, yang berjumlah sebanyak 81 persen dari 9,3 juta investor pasar modal per Juni 2022," ujar Mahendra.
Selain itu, Mahendra juga mengatakan bahwa salah satu pendorong utama masuknya investor muda ke pasar modal Indonesia adalah tingkat literasi soal investasi yang makin tinggi karena ditopang oleh banyaknya akses informasi yang semakin mudah terutama di media sosial.
Di sisi lain digitalisasi juga membuat proses transaksi efek di pasar modal semakin mudah dan terjangkau, termasuk pembukaan rekening efek yang kini bisa dilakukan melalui internet, salah satunya melalui agen penjualan di perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech). Digitalisasi ini juga didorong karena adanya pandemi covid-19.
"Digitalisasi ini juga terjadi berkat dorongan pandemi COVID-19 yang memberi momentum tambahan," tutur Mahendra.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel


