Akurat Logo

Supaya Tak Kena Tipu-tipu, Simak Tips Mulai Investasi Reksadana untuk Pemula!

Audit Temp | 8 Oktober 2021, 05:45 WIB
Supaya Tak Kena Tipu-tipu, Simak Tips Mulai Investasi Reksadana untuk Pemula!

AKURAT.CO Salah satu bentuk investasi untuk menyiapkan masa depan atau masa pensiun adalah dengan investasi keuangan. Walaupun masih ada sebagian orang yang masih belum melakukannya, investasi ini cukup menjanjikan, apalagi milenial yang katanya sulit punya rumah itu.

Ada banyak jenis investasi yang dapat kamu lakukan. Salah satunya adalah investasi reksa dana. Dan dari semua jenis investasi, reksa dana merupakan salah satu jenis investasi yang cocok buat para pemula.

Berikut ini tentang tips jitu melakukan investasi reksa dana.

1. Kenali reksa dana

Sama halnya dengan bidang yang lain, kamu perlu mengetahui secara garis besar apa sih reksa dana itu. Yang paling penting adalah cara kerjanya. 

Setelah itu, kenali istilah-istilah yang sering digunakan, jenis-jenisnya, dan yang tidak kalah penting adalah profil risiko yang dapat terjadi.

2. Tujuan investasi

Setelah mengenali dan paham secara garis besar apa itu reksa dana, kamu bisa memulainya dengan menetapkan tujuan reksa dana.

Apa yang menjadi prioritasmu saat ini yang memiliki dampak besar bagi masa depanmu. Tujuan juga menjadi patokan ketika investasi reksa dana sedang berlangsung.

3. Reksa dana dan kinerja historis

Ada banyak reksa dana di luar sana yang siap membantumu. Untuk memilihnya, kamu harus mengetahui sejarah kinerjanya, apa saja yang sudah dikerjakan dan bagaimana kinerjanya selama minimal 5 tahun terakhir.

Walaupun kinerja historisnya tidak bisa dijadikan sebagai kepastian kinerjanya di masa datang, tetapi paling tidak ada alat yang bisa menjadi patokan untuk mengukurnya.

4. Manajer investasi dan seleksi produk

Tidak berhenti hanya sampai di reksa dana, kamu juga harus menyeleksi produknya dan juga manajer investasinya. Mulai dari bank kustodian, fund fact sheet, sampai kebijakan investasi perlu kamu ketahui.

5. Disiplin

Membiasakan diri untuk disiplin memang membutuhkan waktu. Maka dari itu, memulai investasi reksa dana sejak dini akan memberikan manfaat yang lebih dini pula.

Setelah kamu memahami mengenai reksadana, ada sebaiknya kamu memilih manajer investasi (MI).

Manajer Investasi di sini bertugas untuk melakukan pengelolaan terhadap modal yang telah dihimpun dari para investor. Kemudian menempatkannya pada surat berharga seperti saham, obligasi, pasar uang dan lain sebagainya.

Namun, adakalanya beberapa reksa dana disuspensi akibat kesalahan dalam mengelola dana nasabah, sehingga berujung gagal bayar, sehingga merugikan para nasabah.

Untuk mencegah kerugian bagi nasabah dalam berinvestasi di reksa dana, berikut ini tips memilih reksa dana yang benar.

1. Cek Terdaftarnya Produk di Situs OJK

Hal yang paling penting adalah terdaftarnya reksa dana di OJK. Jika memang produk itu tidak terdaftar, jangan memaksakan diri dan nekad untuk berinvestasi di sana, jangan menyesal jika terjadi hal ganjal dan merugikan keuangan kamu.

Kamu dapat mengecek reksa dana yang terdaftar di situs milik OJK, yakni https://reksadana.ojk.go.id/.

2. Cek dengan Rinci Pengelola Keuangannya

Meski sudah terdaftar di OJK, jangan langsung tergesa-gesa menanamkan ke produk investasi itu.

Kamu perlu mengecek pengelola keuangan atau dalam reksa dana bisa disebut Manajer Investasi. Pengecekan ini dilakukan seperti siapa pengelolanya, reputasinya, dan produk pengelolaannya.

3. Jangan Mudah Tergiur dengan Iming-Iming Return Tinggi

Indikasi awal seperti iming-iming return tinggi itu bisa menjadi kecurigaan nasabah juga. Setidaknya, yang harus kamu percayai, investasi dengan return tinggi itu di saham.

Namun, jika ada produk investasi lain yang katanya ‘memperoleh return tinggi’ dan melebihi tingginya return saham, kamu patut cari produk investasi yang lain.

4. Riset Profil Manajer Investasi

Hal lain yang perlu kamu pastikan adalah dengan meriset rekam jejak dari manajer investasinya. Pertimbangkan apakah pengelola investasi memiliki pengalaman dan skill yang sesuai dengan investasi kamu.

Misalnya ada beberapa manajer investasi yang memiliki skill di instrumen saham tetapi ada juga yang lebih piawai di area reksa dana pendapatan tetap.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.