AKURAT.CO, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyatakan, pihaknya tengah meneliti kondisi pasar di Indonesia maupun India terkait obat herbal. Hal itu sejalan dengan langkah perusahaan yang telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan The Himalaya Drug Company, perusahaan farmasi asal India.
Pasalnya, KLBF menilai kedua negara ini memiliki potensi besar guna mengembangkan bisnis dari sisi produk herbal.
" Karena strategi besar karena Indonesia banyak dan bisa dikawinkan, seperti jahe merah dan kunyit dengan teknologi India biar win win. Biar tidak impor saja tapi juga berdayakan sumber herbal indonesia," jelas Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Vidjongtius menjelaskan, untuk memperlancar bisnis herbal tersebut KLBF memperkirakan membutuhkan waktu selama tiga hingga enam bulan. Adapun nantinya kemudian perusahaan akan masuk ke tahap selanjutnya guna pembahasan kesepakatan lanjutan.
" Kalbe Farma memang saat ini sangat serius untuk menggarap pasar luar negeri," imbuhnya.
Tak hanya membidik pasar produk herbal namun pihaknya juga tengah menjajaki pasar Timur Tengah. Setelah sejumlah produknya sangat diminati di Filipina, Myanmar, dan Nigeria. Disamping langkah perusahaan yang juga telah membangun pabrik baru di Myanmar yng ditargetkan rampung pada 2020 mendatang. Dimana alokasi dana pembangunan pabrik itu sebesar USD 18 juta-USD 20 juta (Rp 259,20 miliar-Rp 288 miliar dalam kurs Rp 14.400/USD).
" Titik awal adalah Dubai, di Dubai kita penetrasi dulu dengan produk Hydro Coco dan jadi penjualan berulang ke sana," ujarnya.
Sementara itu, disisi lain perusahaan juga menargetkan penjualan ekspor mampu berkontribusi sebesar Rp 1 triliun dari total target pendapatan yang sebesar Rp 21 triliun, atau berkontribusi sebesar 6% dari keseluruhan. Adapun pada tahun lalu ekspor baru berkontribusi sebesar 5%.
" Targetnya pertumbuhannya dapat 1% tiap tahun," tandasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai





