OJK Dorong Pasar Modal Lebih Berintegritas dan Kompetitif di 2026
Hefriday | 2 Januari 2026, 22:18 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pasar modal Indonesia untuk memainkan peran yang semakin strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah pada 2026.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, perluasan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyampaikan, hal tersebut dalam sambutannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta.
Acara ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan utama sektor keuangan, mulai dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua LPS, pimpinan DPR, hingga jajaran pelaku pasar modal.
"Penguatan pasar modal tidak hanya ditujukan untuk mendukung pembiayaan pembangunan, tetapi juga menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika global. Salah satu fokus OJK adalah peningkatan pelindungan bagi investor minoritas dan ritel yang kini menjadi penopang utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," ujarnya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Dalam konteks tersebut, OJK meningkatkan pengawasan aspek perilaku pasar (market conduct), termasuk terhadap aktivitas influencer keuangan atau finfluencer.
OJK tengah menyiapkan aturan khusus bagi finfluencer yang kini berada pada tahap finalisasi dan ditargetkan terbit pada pertengahan 2026. Aturan ini akan menekankan aspek kapabilitas, transparansi, serta kepatuhan perizinan guna mendorong literasi investasi yang bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Mahendra menekankan pentingnya sinergi antarotoritas dan pemangku kepentingan agar pasar modal dapat menjadi sumber pendanaan utama bagi emiten sekaligus menjadikan sektor jasa keuangan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) disebut sebagai kunci menjaga stabilitas sekaligus mendorong ekspansi ekonomi.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengungkapkan, bahwa BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026–2030.
Peta jalan tersebut menargetkan terwujudnya pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, dan memiliki daya saing global pada 2030, didukung oleh penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik.
"BEI juga mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar agar pertumbuhan pasar modal tidak hanya tercermin dari nilai transaksi, tetapi juga kontribusinya terhadap pembiayaan jangka panjang perekonomian nasional," ujar Iman dalam kesempatan yang sama.
Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pendanaan berkelanjutan di tengah tantangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









