AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih melanjutkan tren penguatan pada 2026.
Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran level 9.435 hingga 9.720 seiring berlanjutnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek perekonomian domestik dan global. Pilarmas mencatat kinerja IHSG sepanjang 2025 menunjukkan penguatan yang cukup signifikan.
"Sepanjang tahun ini, IHSG tercatat naik sebesar 22,56%, mencerminkan solidnya minat investor terhadap pasar saham Indonesia di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan," tulis Pilarmas dalam riset terbarunya, Kamis (25/12/2025).
Penguatan IHSG pada 2025 tidak terlepas dari pergerakan sektoral yang impresif. Sektor teknologi menjadi motor utama dengan mencatatkan return tertinggi, yakni mencapai 158,29%. Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis berbasis teknologi dan digital di Tanah Air.
Sementara itu, dari sisi bobot indeks, sektor finansial masih mendominasi komposisi IHSG dengan porsi sebesar 20,33%. Posisi berikutnya ditempati sektor energi dengan bobot 18,18%, serta sektor barang baku yang menyumbang 15,21%.
Struktur ini menunjukkan bahwa sektor-sektor konvensional tetap memegang peran penting dalam menopang pergerakan IHSG.
Sepanjang 2025, IHSG juga mencatatkan capaian historis dengan menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high sebanyak 22 kali. Capaian tersebut terjadi meskipun pada paruh pertama tahun ini IHSG sempat bergerak terbatas dan mengalami tekanan.
Menariknya, salah satu momentum penguatan IHSG justru muncul saat situasi politik domestik memanas. Kondisi tersebut dinilai menjadi katalis baru bagi pasar saham, seiring munculnya ekspektasi kebijakan yang lebih jelas dan terarah ke depan.
Pilarmas menilai kehadiran Menteri Keuangan Republik Indonesia yang baru turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan dinilai mampu menghadirkan harapan baru dan meningkatkan keyakinan investor dalam menatap kinerja ekonomi nasional pada 2026.
Selain kebijakan fiskal, dukungan juga datang dari bauran kebijakan Bank Indonesia. Langkah-langkah moneter, termasuk pemangkasan suku bunga, dinilai semakin memperkuat kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi ke depan.
Dari sisi global, kinerja indeks saham dunia sepanjang 2025 cenderung bergerak menguat. Indeks di negara-negara maju menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, sejalan dengan meredanya tekanan inflasi dan arah kebijakan suku bunga yang lebih akomodatif.
IHSG tercatat mampu mengungguli kinerja sejumlah indeks negara maju dengan penguatan sebesar 22,56%. Namun demikian, Pilarmas mengingatkan bahwa valuasi IHSG saat ini sudah mendekati rata-rata price to earnings (PE) indeks global, sehingga relatif lebih mahal dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, Pilarmas menilai potensi penguatan IHSG masih terbuka pada 2026. Optimisme pasar terhadap perekonomian dalam negeri, didukung stabilitas kebijakan dan sentimen global yang kondusif, diyakini masih akan menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon










