AKURAT.CO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mendapat sorotan positif dari BRI Danareksa Sekuritas. Emiten teknologi ini dinilai layak memperoleh re-rating berkat profitabilitas yang menunjukkan tren perbaikan.
Sejalan dengan itu, saham GOTO dinilai sedang menuju atau on the way (OTW) ke target harga yang ditetapkan.
Dorongan profitabilitas GOTO salah satunya datang dari lini bisnis GoTo Financial (GTF). Sementara itu, segmen on demand service (ODS) mencatat perlambatan pertumbuhan gross transaction value (GTV) menjadi 8,8% pada kuartal II-2025. Perlambatan ini sempat menekan pendapatan bersih secara kuartalan.
Meski begitu, EBITDA yang disesuaikan dari ODS tetap mencatatkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II-2025, pertumbuhannya mencapai 4,5% secara quarter to quarter (qoq) atau melonjak 264% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pesaing regional, Grab, yang hanya tumbuh 2,3% qoq atau 32,7% yoy.
Baca Juga: GOTO Raih Fasilitas Pinjaman Rp4,65 Triliun dari Bank DBS dan United Overseas Bank
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan, menilai capaian tersebut sebagai bukti efektivitas strategi rasionalisasi insentif yang dijalankan GOTO.
Jika dibandingkan, pada semester I-2025 baik GOTO maupun Grab relatif sejalan dengan panduan EBITDA yang disesuaikan. Namun, Grab mencatat pencapaian EBITDA sebesar 45-47% atau sedikit di bawah target karena margin bisnis pengantaran yang melemah.
Di sisi lain, GOTO berhasil menorehkan pencapaian lebih tinggi. EBITDA yang disesuaikan GOTO tercatat berada di kisaran 51-59% dari target tahun 2025. Capaian ini didukung oleh lonjakan EBITDA GoTo Financial yang naik hingga dua kali lipat atau 87,2% qoq.
“Hal itu menegaskan bahwa EBITDA yang disesuaikan GOTO kini sebagian ditopang oleh GoTo Financial, selain kontribusi dari ODS. Sementara, fintech Grab masih negatif meski momentum di bisnis pengantaran dan mobilitas pada semester II-2025 berpotensi membantu perbaikan margin,” ungkap Kafi.
Dengan perkembangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan rekomendasi beli untuk saham GOTO. Broker efek ini menargetkan harga saham GOTO pada level Rp100 per lembar.
Target tersebut menyiratkan rasio price to sales (P/S) 2025 sebesar 5,9 kali. Saat ini, saham GOTO masih diperdagangkan pada valuasi yang relatif murah, yakni P/S 2025 di angka 3,5 kali.
Meski proyeksi pertumbuhan pendapatan GOTO tahun ini lebih rendah, yakni sekitar 11 persen yoy, strategi pertumbuhan yang lebih disiplin mulai menunjukkan hasil. Profitabilitas terus membaik, EBITDA yang disesuaikan masih sesuai ekspektasi, dan dukungan kuat dari GoTo Financial memperpendek jalan menuju laba bersih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK










