Pasar Saham Asia Menguat Imbas Sentimen Positif Wall Street
Hefriday | 27 Juni 2025, 14:19 WIB

AKURAT.CO Mayoritas pasar saham di kawasan Asia Pasifik dibuka menguat pada Jumat (27/6/2025), mengikuti reli kuat yang terjadi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.
Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang meredam kekhawatiran investor atas tenggat waktu pemberlakuan tarif dagang baru oleh Amerika Serikat (AS).
Tarif baru yang disebut sebagai “liberation day tariffs” dijadwalkan mulai berlaku pada 8 Juli 2025, setelah jeda 90 hari.
Namun, Leavitt menegaskan bahwa tanggal tersebut tidak bersifat krusial dan masih bisa diperpanjang, tergantung keputusan Presiden AS.
“Tanggal tersebut tidak bersifat krusial. Mungkin saja diperpanjang, tapi itu keputusan presiden,” ujarnya.
Komentar ini memberikan angin segar bagi pelaku pasar, yang sebelumnya khawatir bahwa tensi dagang antara AS dan mitra global seperti Uni Eropa akan kembali memanas.
Uni Eropa sendiri diberi batas waktu hingga 9 Juli untuk mencapai kesepakatan dagang guna menghindari tarif sebesar 50% dari AS.
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (27/6/2025), Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka menguat 1,07%, melanjutkan tren positif usai mencetak rekor tertinggi dalam lima bulan terakhir pada hari sebelumnya.
Indeks Topix juga mengalami kenaikan serupa sebesar 1,05%. Sentimen pasar Jepang turut dipengaruhi oleh data inflasi inti Tokyo, yang tercatat naik 3,1% secara tahunan pada Juni.
Angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya (3,6%) dan ekspektasi analis (3,3%), menandakan tekanan inflasi mulai mereda.
Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq bergerak datar pada sesi perdagangan pagi.
Pelaku pasar di Negeri Ginseng cenderung wait and see sambil menantikan sinyal lanjutan dari pasar global dan kebijakan bank sentral domestik.
Australia, indeks S&P/ASX 200 mencatat kenaikan sebesar 0,61%, menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
Pasar Hong Kong juga memberikan sinyal pembukaan yang lebih tinggi. Kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 24.348, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 24.325,4.
Ini menunjukkan adanya peluang penguatan dalam sesi perdagangan reguler hari ini.
Meskipun pasar Asia bergerak naik, para investor tetap mencermati pergerakan futures saham AS yang terlihat mendatar pada awal sesi Asia.
Fokus utama pelaku pasar saat ini adalah pada serangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk angka inflasi, pendapatan pribadi, belanja konsumen, dan tingkat kepercayaan konsumen.
Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi investor dalam membaca arah kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya.
Jika inflasi tetap terkendali dan konsumsi tetap kuat, maka potensi penguatan lanjutan di pasar saham AS bisa terjadi.
Kinerja pasar saham di Wall Street menjadi katalis utama penguatan di pasar Asia. Indeks S&P 500 naik 0,8% ke level 6.141,02, hanya terpaut beberapa poin dari rekor intraday 6.147,43 yang dicapai akhir Februari lalu.
Sepanjang pekan ini, indeks tersebut telah mencatat penguatan sebesar 2,9%.
Indeks Nasdaq Composite juga naik 0,97% ke 20.167,91, mendekati rekor tertingginya, seiring dengan penguatan saham-saham teknologi besar.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melesat 404,41 poin atau 0,94% ke 43.386,84, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









