Menteri Erick: BSI Sudah Kantongi Izin Buka Cabang di Arab Saudi Tahun Depan

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan bahwa PT Bank Syariah Indonesia (Persero) telah mengantongi izin untuk membuka cabang di Jeddah, Arab Saudi.
"Ke depan, BSI dengan mendapatkan izin prinsip untuk BSI Bisa beroperasi, itu nanti di Saudi," jelas Erick usai bertemu dengan Plt Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Erick menuturkan, keberhasilan BSI mendapatkan izin tersebut merupakan hasil persiapan dari apa yang sudah dilakukan sejak 8 bulan yang lalu. Nantinya jika seluruh proses berjalan lancar maka Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BSI di Jeddah dapat mulai beroperasi di tahun 2026.
Baca Juga: Meski Terkoreksi 4,87 Persen, Erick: Ekonomi RI Kuartal I 2025 Masih Baik
"Sekarang Alhamdulillah izin prinsip untuk di Saudi khususnya di Jeddah ini sudah bisa kita exercise dan mudah-mudahan kalau semuanya berjalan lancar 1 tahun ke depan, kita bisa buka di sana," urainya.
Erick menambahkan pembukaan cabang BSI di Jeddah ini untuk mengambil keuntungan dari perputaran uang di Arab Saudi dari jemaah haji dan umroh Indonesia. Apalagi sebelum ke Jeddah, BSI juga sudah membuka KCLN di Dubai, Uni Emirat Arab.
"Kita coba ambil kesempatan lebih yang dimana perputaran uang selama ini Rp 29 triliun ada di Indonesia, yang di sananya (Arab Saudi) itu masih ada Rp 23 triliun. Itu kita bisa menyerap lah ya," kata Erick.
Sementara itu, Bob menekankan pembukaan cabang di Jeddah ini merupakan langkah BSI dalam ekspansi di pasar global. Katanya, BSI juga melihat potensi yang besar dari jemaah haji dan umroh Indonesia yang meningkat setiap tahunnya.
Baca Juga: BSI Agresif Garap Pasar Emas Usai Kantongi Izin Bank Emas dari OJK
"Bahwa jumlah haji dan umroh sekarang sekitar 1,2 juta per tahun, tetapi next 2 sampai 3 tahun itu akan sampai 2 juta peserta. Saat ini haji Indonesia nomor dua setelah Pakistan," ujar Bob.
Kiprah BSI di tingkat global menurut Bob juga sudah terbukti dari indeks Top Global Islamic Bank. BSI berhasil masuk dalam 10 besar indeks tersebut di mana pencapaian ini sudah dicapai tahun lalu.
"Alhamdulillah sudah kami capai di tahun 2024. By end of last year itu even kemudian kita di nomor 9 dan tentunya ini merupakan gambaran dari satu tune kami untuk bisa menentang pasar global," pungkas Bob.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








