AKURAT.CO China mencatatkan peningkatan produksi emas pada kuartal pertama (Q1) tahun ini, meskipun terjadi penurunan konsumsi emas secara keseluruhan.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (4/5/2025), berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Emas China (China Gold Association), negara tersebut memproduksi 87,24 ton emas selama Januari hingga Maret 2025.
Jumlah itu meningkat 1,28 ton atau setara 1,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, di tengah peningkatan produksi, konsumsi emas justru mengalami kontraksi. Total konsumsi emas di pasar domestik China tercatat sebesar 290,49 ton, turun 5,96% secara tahunan (year on year/yoy).
Penurunan ini mencerminkan dinamika permintaan yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga serta kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Penurunan konsumsi paling mencolok terjadi pada segmen perhiasan emas. Asosiasi mencatat konsumsi perhiasan hanya sebesar 134,53 ton selama kuartal pertama, menurun tajam sebesar 26,85% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingginya harga emas disebut sebagai salah satu penyebab utama lesunya permintaan masyarakat terhadap perhiasan emas.
Berbeda dengan perhiasan, konsumsi koin dan batangan emas justru melonjak signifikan. Dalam periode yang sama, pembelian koin dan batangan emas meningkat sebesar 29,81% menjadi hampir 138,02 ton.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat dari konsumsi bergaya ke investasi berbasis logam mulia.
Konsumsi emas untuk kebutuhan industri dan aplikasi lainnya juga menunjukkan tren penurunan. Tercatat hanya sebesar 17,94 ton, turun 3,84% dibandingkan dengan Q1 tahun lalu.
Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri belum menunjukkan pemulihan penuh dalam hal pemanfaatan emas sebagai bahan baku.
Asosiasi Emas China menjelaskan bahwa gejolak geopolitik serta ketidakpastian kondisi ekonomi global memperkuat fungsi emas sebagai aset lindung nilai.
Situasi tersebut mendorong masyarakat dan investor institusi untuk beralih ke bentuk emas yang lebih likuid dan tahan nilai, seperti batangan dan koin emas.
Tren investasi emas di pasar modal juga menunjukkan perkembangan positif. Dana yang diperdagangkan di bursa (Exchange-Traded Funds/ETF) berbasis emas mencatatkan pertumbuhan yang kuat sepanjang kuartal pertama.
Hal ini mencerminkan minat yang meningkat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Peningkatan investasi dalam bentuk ETF emas memperlihatkan adanya diversifikasi strategi investor dalam menghadapi risiko pasar yang tinggi.
Di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar saham global, emas kembali diposisikan sebagai aset safe haven oleh banyak pelaku pasar.
Jika ketidakpastian global terus berlanjut, tren peningkatan permintaan terhadap emas dalam bentuk investasi akan terus bertahan.
Namun, tantangan utama tetap ada pada sisi konsumsi ritel, terutama perhiasan, yang sangat sensitif terhadap harga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










