Imbas Tarif Trump, IHSG dan Rupiah Bisa Anjlok 1,5 Persen Lebih

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditaksir mengalami tekanan hebat pada perdagangan Selasa pekan depan akibat kebijakan tarif resiprokal Trump.
Indeks bisa anjlok hingga 2-3% akibat efek dari kebijakan tarif impor yang baru diterapkan oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump sebesar 32% terhadap barang-barang Indonesia.
Kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan global, tetapi juga menambah ketidakpastian bagi ekonomi Indonesia yang terkena dampak langsung.
Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, kebijakan tarif baru ini berlaku untuk semua negara tanpa kecuali, termasuk Indonesia yang dikenakan biaya impor sebesar 32%.
“Ini membuat harga emas dunia melonjak tinggi ya. Tadi pagi sempat menyentuh level 3.180, artinya ada kemungkinan besar dalam minggu depan 3.200 itu akan tercapai untuk harga emas dunia,” ujar Ibrahim, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga: Tarif Resiprokal Trump 32 Persen Tak Proporsional
Tekanan terhadap IHSG juga diperburuk oleh ketegangan geopolitik yang semakin memanas, terutama di Timur Tengah dan Eropa. Amerika Serikat dikabarkan memberikan ultimatum kepada Iran terkait program reaktor nuklirnya.
Jika Iran menolak bekerja sama, ada kemungkinan besar Negeri Paman Sam akan melakukan serangan udara terhadap negara tersebut.
“Di sisi lain, meskipun Rusia dan Ukraina telah menandatangani perjanjian damai, ada dua negara Eropa yang mulai mempersiapkan persenjataan dan prajuritnya untuk bergabung ke Ukraina,” tambah Ibrahim.
Perang dagang yang semakin memanas juga memberikan dampak negatif terhadap mata uang rupiah. Ibrahim memperingatkan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi melemah ke level Rp16.900 dalam beberapa hari ke depan.
Bahkan bisa menembus angka psikologis Rp17.000 atau terdepresiasi 1,5% dari level saat ini Rp16.745,5.
“Ada kemungkinan besar akan pecah telur juga di 17.000, ini harus berhati-hati,” katanya.
Selain itu, bursa saham global ikut merasakan dampak buruk dari kebijakan proteksionisme AS. Bursa saham di berbagai negara mengalami tekanan, termasuk indeks harga saham utama di Indonesia.
“Dampak dari perang dagang ini cukup luar biasa, apalagi Indonesia sudah masuk dalam daftar negara yang terkena tarif impor tinggi dari Amerika,” jelasnya.
Dalam menghadapi situasi ini, Ibrahim menyarankan agar pemerintah Indonesia segera mengambil langkah strategis untuk mengurangi dampak buruk kebijakan tarif AS.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan menerapkan kebijakan tarif balasan terhadap produk impor asal Amerika Serikat.
“Pemerintah harus melakukan perlawanan terhadap Amerika dengan menerapkan biaya impor yang harganya sama, yaitu 32 persen,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah perlu mencari pasar ekspor baru agar tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat.
“Kita harus ingat bahwa Indonesia itu adalah negara anggota BRICS. Sehingga anggota BRICS ini harus dijalankan supaya ekspor Indonesia yang tadinya ke Amerika bisa dialihkan,” ujarnya.
Strategi lain yang bisa diambil adalah pemberian stimulus ekonomi untuk membantu dunia usaha menghadapi dampak perang dagang ini.
“Pemerintah harus menggelontorkan stimulus untuk menanggulangi dampak dari perang dagang ini,” tambah Ibrahim.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga perlu terus melakukan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas rupiah, baik melalui perdagangan DNDF maupun obligasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









