Akurat Logo

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp43,51 Triliun, Setara 78 Persen Laba 2024

Demi Ermansyah | 25 Maret 2025, 22:49 WIB
Bank Mandiri Tebar Dividen Rp43,51 Triliun, Setara 78 Persen Laba 2024

AKURAT.CO Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan perekonomian nasional.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (25/3/2025), Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen sebesar 78% dari laba bersih konsolidasi 2024 atau senilai Rp43,51 triliun.

Dari total dividen tersebut, sekitar Rp22,62 triliun akan masuk ke kas negara sebagai bagian dari kepemilikan pemerintah atas 52% saham Bank Mandiri. Sementara itu, dividen per lembar saham naik signifikan 31,71% YoY menjadi Rp466,18.

Baca Juga: Bank Mandiri Group Santuni 57.600 Anak Yatim, Lansia dan 668 Yayasan di Seluruh Indonesia

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyatakan bahwa keputusan ini mencerminkan keseimbangan antara penghargaan kepada pemegang saham dan kebutuhan ekspansi bisnis ke depan.

“Keputusan ini juga menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham terhadap manajemen untuk mengakselerasi ekspansi bisnis, sekaligus memperkuat permodalan guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Darmawan di Jakarta.

Bank Mandiri juga mencatat kontribusi pajak dan penerimaan negara lainnya mencapai Rp 28,87 triliun pada 2024, meningkat 8,47% YoY. Hal ini semakin mempertegas peran bank pelat merah ini dalam pembangunan ekonomi nasional.

Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Bank Mandiri yang ditopang oleh fundamental keuangan yang solid.

Dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap kuat di kisaran 19-20% pasca pembagian dividen, Bank Mandiri optimistis dapat terus berkembang sebagai mitra finansial utama bagi masyarakat dan dunia usaha.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.