AKURAT.CO Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) berencana membentuk Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat ekonomi desa dengan sistem koperasi berbasis syariah.
Dalam kunjungannya ke BMT Al Bahjah di Cirebon, Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan koperasi desa di 70 ribu desa hingga Juli 2025.
"Kami ingin mengembangkan koperasi desa dengan berbagai sektor usaha, mulai dari retail, apotek, klinik desa, transportasi, hingga pergudangan," ujar Ferry, dikutip Minggu (23/3/2025).
Ferry pun berharap Pondok Pesantren Al Bahjah turut membimbing koperasi-koperasi baru agar bisa berkembang sesuai prinsip syariah. "Tadi saya menyampaikan kepada Buya Yahya untuk membantu kami dalam mendampingi koperasi-koperasi yang akan didirikan," tambahnya.
Kemenkop akan menggunakan tiga pendekatan dalam membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Pertama, revitalisasi koperasi yang sudah berjalan dengan baik. Mengembangkan koperasi yang masih kurang maju, terakhir mendirikan koperasi baru di desa yang belum memiliki koperasi.
Langkah ini, lanjut Ferry, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa dan memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat.
Buya Yahya menyambut baik rencana tersebut dan siap mendukung pengembangan koperasi berbasis syariah di berbagai daerah. "Kami siap mendukung program ini agar koperasi syariah bisa berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemberdayaan ekonomi rakyat di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










