Mengapa Bitcoin Tembus USD100.000 di 2024 dan Apa Dampaknya di 2025?
Demi Ermansyah | 4 Januari 2025, 16:54 WIB

AKURAT.CO Bitcoin nampaknya berhasil mencuri perhatian dunia investasi sepanjang 2024 dengan kenaikan fantastis mencapai 150%. Bukan hanya sekadar angka, lonjakan tersebut membawa Bitcoin kembali menjadi topik utama di kalangan investor, regulator, hingga masyarakat umum. Lalu apa sebenarnya yang mendorong kenaikan ini.
Usut punya usut, dilansir Coin Market Cap, Sabtu (4/1/2025), pada awal 2024 lalu Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) memberi lampu hijau untuk ETF Bitcoin spot, dimana hal tersebut menjadi salah satu langkah besar yang dinilai sebagai tonggak sejarah bagi industri cryptocurrency.
Sehingga persetujuan tersebut membuka pintu bagi investor institusional yang sebelumnya enggan masuk ke pasar kripto karena kurangnya regulasi yang jelas. Tak hanya itu saja, pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral dunia menciptakan lingkungan yang mendukung investasi berisiko tinggi, termasuk cryptocurrency.
Dengan suku bunga rendah, para investor mencari alternatif yang lebih menguntungkan, dan Bitcoin menjadi salah satu pilihan utama.
Kemudian hal ini juga didorong oleh optimisme pasar kripto yang terus meningkat juga tidak terlepas dari pengaruh acara halving Bitcoin pada April 2024. Halving ini mengurangi pasokan Bitcoin baru, menciptakan kelangkaan yang secara historis selalu mendongkrak harga.
Hingga pada akhirnya, lonjakan harga Bitcoin hingga melampaui USD100.000 di penghujung tahun tidak hanya mempengaruhi portofolio para investor, tetapi juga memicu perbincangan tentang masa depan sistem keuangan global. Banyak pihak melihat cryptocurrency ini sebagai alternatif cadangan strategis, menggantikan emas yang selama ini dianggap sebagai "safe haven."
Meskipun begitu, lonjakan ini juga menimbulkan tantangan. Pemerintah di berbagai negara harus lebih serius dalam mengatur penggunaan dan pengawasan cryptocurrency agar tidak disalahgunakan.
Kemudian hal ini juga didorong oleh optimisme pasar kripto yang terus meningkat juga tidak terlepas dari pengaruh acara halving Bitcoin pada April 2024. Halving ini mengurangi pasokan Bitcoin baru, menciptakan kelangkaan yang secara historis selalu mendongkrak harga.
Hingga pada akhirnya, lonjakan harga Bitcoin hingga melampaui USD100.000 di penghujung tahun tidak hanya mempengaruhi portofolio para investor, tetapi juga memicu perbincangan tentang masa depan sistem keuangan global. Banyak pihak melihat cryptocurrency ini sebagai alternatif cadangan strategis, menggantikan emas yang selama ini dianggap sebagai "safe haven."
Meskipun begitu, lonjakan ini juga menimbulkan tantangan. Pemerintah di berbagai negara harus lebih serius dalam mengatur penggunaan dan pengawasan cryptocurrency agar tidak disalahgunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








