AKURAT.CO Dalam kunjungannya ke Kampung Kauman, Solo, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono meresmikan showroom bersama milik Koperasi Syarikat Dagang Kauman (SDK).
Merespon peresmian tersebut, Ketua Pengurus Koperasi Syarikat Dagang Kauman, Muchammad Yuli menjelaskan bahwa melalui showroom ini, tentu akan menjadi solusi bagi perajin batik yang kesulitan memasarkan produknya.
“Showroom ini menjadi tempat penjualan sekaligus daya tarik wisata, karena banyak pengunjung yang berfoto di sini,” katanya, Sabtu (13/12/2024).
Baca Juga: Lewat Batik Kendil Emas, Chacha Frederica dan Dico Ganinduto Ingin Wariskan Budaya Kendal
Showroom bersama, tambahnya, dirancang untuk meningkatkan volume produksi dan kualitas batik lokal. “Selain membantu pemasaran, inisiatif ini juga memperkuat posisi perajin lokal menghadapi gempuran produk batik printing impor,” ujarnya.
Seperti yang diketahui, Koperasi SDK, yang awalnya merupakan paguyuban kecil, kini memiliki lebih dari 160 anggota. Mereka bergerak di berbagai bidang usaha, termasuk pelatihan membatik dan layanan keuangan syariah.
“Pasca pandemi, kami mendirikan SDK Mart untuk membantu pedagang kecil di kawasan Kauman,” jelas Yuli.
SDK juga aktif memberikan pelatihan membatik ke seluruh Indonesia. Program ini membantu melestarikan budaya batik sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
Mengamini Yuli, Wamenkop Ferry menegaskan pentingnya perlindungan bagi industri tekstil, khususnya batik, dari gempuran produk impor. Dirinya mengungkapkan bahwa Kemenkop telah menyampaikan naskah akademik RUU Perlindungan Industri Tekstil kepada DPR dan Kementerian Perindustrian.
“Kami berharap RUU ini dapat menjadi payung hukum yang melindungi perajin batik lokal,” katanya.
Selain itu, Ferry juga menyebutkan bahwa Kemenkop sedang mengkaji kebijakan impor yang merugikan. “Kami sudah meminta evaluasi terhadap impor susu dan tekstil yang berdampak negatif pada koperasi perajin,” jelasnya.
Tak sampai disitu, Ferry mengapresiasi semangat perjuangan Koperasi SDK, yang menurutnya mengingatkan pada pendirian serikat dagang Islam di awal 1900-an. “Model perjuangan SDK ini diharapkan menjadi inspirasi bagi koperasi lain untuk terus memperkuat industri lokal,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari Kemenkop, Koperasi SDK diharapkan terus berkembang dan menjadi pionir dalam memperkuat posisi perajin batik lokal di tengah tantangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









