Bank Mandiri Tegaskan Komitmen Sebagai Pemegang Saham Pengendali BSI

AKURAT.CO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menegaskan komitmen Bank Mandiri sebagai pemegang saham pengendali atau PSP PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Di sela konferensi pers virtual di Jakarta, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo menjelaskan bahwa Bank Mandiri secara rutin berdiskusi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kinerja optimal perusahaan anak, termasuk BSI.
"Sikap Bank Mandiri adalah kami tetap berkomitmen untuk menjaga posisi sebagai pemegang saham terbesar di BSI," kata Sigit.
Asal tahu, saham BSI saat ini mayoritas dikempit Bank Mandiri sebesar 51,47%, disusul BNI-Divisi PPA sebesar 23,24% serta BRI sebesar 15,38%.
Bank Mandiri juga akan terus berkonsultasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memastikan strategi pengembangan BSI sejalan dengan penguatan peran Bank Mandiri ke depan. Sigit menegaskan bahwa jika diperlukan, Bank Mandiri akan melakukan disclosure sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Laba BSI (BRIS) Tembus Rp1,7 T di Kuartal I-2024, Tumbuh 17 Persen
Menyinggung mengenai arah pengembangan BSI, Sigit mengatakan bahwa bank syariah tersebut akan fokus pada peningkatan pembiayaan yang high yield dengan kualitas aset yang optimal, ekspansi dana retail, serta peningkatan penetrasi pada ekosistem keuangan syariah.
Hal ini sejalan dengan tujuan pendirian BSI sebagai salah satu mesin pengembangan potensi ekonomi syariah di Indonesia. Bank Mandiri saat ini menjadi pemegang saham mayoritas di BSI dengan porsi sebesar 51,47%.
Terkait kabar potensial pembelian saham minoritas BSI oleh Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) dari Uni Emirat Arab (UEA), Sigit tidak memberikan komentar langsung.
Namun, beliau menekankan bahwa Bank Mandiri akan tetap menjaga posisinya sebagai pemegang saham utama. Dalam laporan kinerja keuangan kuartal I-2024, Bank Mandiri mencatat laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp12,7 triliun atau tumbuh 1,13% secara tahunan.
Di antara perusahaan anak, BSI menjadi kontributor terbesar dengan laba bersih Rp1,71 triliun pada periode yang sama. BSI juga mencatat pertumbuhan positif pada aset sebesar 14,25% menjadi Rp358 triliun dengan return on asset (ROA) 2,51%, dan return on equity (ROE) 18,30%.
Meskipun begitu, Bank Mandiri tetap memastikan akan terus mengoptimalkan kinerja BSI untuk keberlangsungan bisnisnya di masa depan.
Tambahan informasi, pemegang saham BSI lainnya yakni BNI dan BRI sempat diisukan bakal mengurangi porsi kepemilikannya ke depan. Isu ini muncul di tengah rencana akuisisi Bank Muamalat oleh BTN.
Konsolidasi perbankan syariah Tanah Air juga sejalan dengan arahan OJK, yang menginginkan adanya 2 hingga 3 bank syariah besar di Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









