Akurat Logo

Sepekan, IHSG Turun 1,25 Persen ke 7.137,088

M. Rahman | 27 Januari 2024, 10:49 WIB
Sepekan, IHSG Turun 1,25 Persen ke 7.137,088

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini (22-26 Januari 2024) turun 1,25% ke posisi 7.137,088, dari 7.227,402 pada penutupan pekan lalu.

Searah, rata-rata frekuensi transaksi harian saham juga turun 8,73% menjadi 1.127.246 kali transaksi dari 1.235.025 kali transaksi pada sepekan lalu.

Pun dengan rata-rata volume transaksi harian saham yang turun 14,75% selama sepekan, menjadi 15,56 miliar lembar saham dari 18,25 miliar lembar saham pada sepekan lalu.

Baca Juga: IHSG Melorot 0,19 Persen ke 7.227,402 dalam Sepekan

Investor asing tercatat melakukan jual bersih (capital outflow) Rp1,05 triliun sepanjang pekan lalu namun masih mencatatkan beli bersih (capital inflow) sebesar Rp5,78 triliun di sepanjang 2024.

Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon mengatakan selama sepakan, peningkatan tertinggi dalam sepekan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham, yaitu sebesar 6,84% menjadi Rp11,41 triliun dari Rp10,68 triliun.

Kapitalisasi pasar sepekan ini mengalami perubahan, yaitu sebesar 0,65% dari Rp11.420,46 triliun pada sepekan sebelumnya menjadi Rp11.345,77 triliun pada penutupan pekan ini.

Selama sepekan terdapat pencatatan 1 obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Senin (22/1), Obligasi Berkelanjutan IV MNC Kapital Indonesia Tahap I Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk resmi dicatatkan di BEI.

Obligasi diterbitkan dengan nominal Rp260 miliar serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi adalah BBB+ (Triple B Plus).

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat pada tahun 2024 adalah 8 emisi dari 7 emiten senilai Rp6,35 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 547 emisi dari 128 emiten dengan outstanding Rp461,52 triliun dan USD32,362 juta.

Adapun Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai Rp8.522,38 triliun dan USD502,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp3,25 triliun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa