Dandhy Laksono Ditangkap, Pengamat Pajak: Perbedaan Pendapat Tak Perlu Berujung pada Pembungkaman

AKURAT.CO Pengamat perpajakan sekaligus Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, mengaku sedih atas penangkapan yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya terhadap sutradara film dokumenter Sexy Killers, Dandhy Laksono.
Dandhy ditangkap oleh pihak penyidik Polda Metro Jaya di kediamannya, Jalan Sangata, Jatiwaringan Asri, Pondokgede, Bekasi, Kamis (26/9/2019) sekitar pukul 23.00 Wib. Penangkapan itu berkaitan dengan cuitannya di twitter mengenai kondisi dan situasi di Papua.
"Sedih mendengar kabar sahabat @Dandhy_Laksono ditangkap polisi. Semoga ini kesalahpahaman belaka, dan perbedaan pendapat tak perlu berujung pada pembungkaman. Aparat sebaiknya lebih bijak dan berhati-hati....," kata Yustinus dalam akun Twitternya, @prastow, yang dipantau Akurat.co, Jumat (27/9/2019).
Sedih mendengar kabar sahabat @Dandhy_Laksono ditangkap polisi. Semoga ini kesalahpahaman belaka, dan perbedaan pendapat tak perlu berujung pada pembungkaman. Aparat sebaiknya lebih bijak dan berhati-hati....
— Prastowo Yustinus (@prastow) September 26, 2019
Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Asfinawati menerangkan, pada pukul 22.30 Wib Dandhy baru tiba di rumahnya, di Jatiwaringan Asri, Pondokgede, Bekasi. Pada pukul 22.45 ada tamu menggedor-gedor pagar rumah lalu dibuka oleh Dandhy sendiri.
"Tamu dipimpin Bapak Fathur mengatakan membawa surat penangkapan karena alasan posting di sosial media twitter mengenai Papua," ujar Asfinawati kepada Akurat.co, Kamis malam (26/9/2019).
Pada pukul 23.05 Wib, tim yang terdiri dari 4 orang itu membawa Dandhy ke kantor Polda Metro Jaya dengan kendaraan D 216 CC mobil Fortuner.
"Petugas yang datang sebanyak 4 orang. Penangkapan disaksikan oleh 2 satpam RT," ujar Asfinawati. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



