Data, Tantangan Utama Pelaku Industri Pengguna 'Artificial Inteligence'

AKURAT.CO, Accenture mengemukakan bahwa berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sejalan dengan peningkatan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Dan ini harus dihadapi oleh para pelaku industri agar sukses membangun kemitraan dan berhasil di era ekonomi digital.
Sehingga bisnis yang ingin memanfaatkan potensi AI maka harus menyadari peningkatan kemampuan ini agar mampu melaksanakan bisnis dengan bertanggung jawab dan tidak membuat perusahaan rugi.
"Maka tidak cukup hanya AI tapi haruslah Citizen AI, yakni meningkatkan penggunakan kecerdasan buatan untuk kepentingan bisnis dan masyarakat," ucap Indra Permana, Technology Delivery Lead Associate Director, Accenture Indonesia, saat diskusi dengan media di Jakarta, Selasa (6/3).
Ia juga menekankan bahwa menambah kapasitas AI ini sangat penting bagi perusahaan. Pasalnya reputasi perusahaan sangat ditentukan oleh mesin-mesin AI ini.
"Kalau ada alogaritma yang salah sehingga ada respon AI ke costumers yang salah maka, mereka akan merasa tidak puas dan akan mempengaruhi ke perusahaan tersebut. Ada kesempatan untuk membuat AI lebih pintar karena manusia lebih beragam. Maka interaksi makin beragam. Makanya disebutkan citizen AI. Baik itu interaksi ke costumers dan vendor itu arahnya kesitu," ucap Indra.
Ia menekankan bahwa apa yang disampaikan AI ke konsumen harus memiliki suatu tanggung jawab. Dan inilah suatu tantangan bagi perusahaan karena dalam menggunakan AI agar bisa bertanggung jawab memerlukan data yang valid dan akurat dalam sistemnya.
"Ini adalah suatu challenge karena AI itu bisa beroperasi karena ada data. Bayangkan bila datanya tidak akurat maka hasilnya akan menjadi apa. Banyak data yang perusahaan bisa collect maka akan banyak insight perusahaan untuk mengambil tindakan. Tetapi bila data yang dipakai tidak tepat maka banyak perusahaan yang mengalami kerugian," kata Indra.
Akhirnya perusahaan wajib memastikan dan memilah data terlebih dahulu agar masukan ke sistem AI menjadi lebih akurat. Mulai dari sumber data, sampai analisa tidak ada risiko dimanipulasi.
"Saat ini perusahaan sedang meningkatkan kapasitas kesitu. Karena data yang tak akurat, termanipulasi dan kerancuan dapat mengacaukan analisa bisnis dan menyebabkan pengambilan keputusan yang menyesatkan," tutur Indra. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara




